OKI, Warta9.com – PT Prime Agri Resources Tbk (PAR) secara resmi melaksanakan pelepasan serangga penyerbuk kelapa sawit asal Tanzania di wilayah operasional perkebunan PAR di Sumatera Selatan.
Pelepasan serangga penyerbuk tersebut dilakukan oleh Direktur/Chief Technology Officer PT Prime Agri Resources Tbk, Dr. Dwi Asmono, dan disaksikan oleh jajaran manajemen Prime Agri Resources Region Sumatera Selatan, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini adalah bagian dari Program Riset Strategis Nasional yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Riiset dipimpin oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) serta didukung oleh GAPKI sebagai mitra strategis.
Program ini juga mengintegrasikan peran Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian sebagai pengarah kebijakan dan Badan Karantina Indonesia sebagai pengawas keamanan hayati.
Tiga spesies serangga penyerbuk yang diperkenalkan, yaitu Elaeidobius subvittatus, Elaeidobius kamerunicus, dan Elaeidobius plagiatus, merupakan serangga yang dikoleksi dari Tanzania dan telah melalui rangkaian pengujian sebelum diintroduksikan ke Indonesia.
Pelepasan di Sumatera Selatan selanjutnya diarahkan untuk membangun kompleks polinator yang lebih beragam sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan dan stabilitas penyerbukan di ekosistem perkebunan kelapa sawit.
Selama ini, Elaeidobius kamerunicus menjadi spesies utama yang berperan dalam penyerbukan alami kelapa sawit di Indonesia.
Kehadiran beberapa spesies dalam satu kompleks polinator diharapkan dapat memberikan keragaman ekologis yang lebih baik dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga efektivitas penyerbukan.
Melalui program ini, PAR berfokus pada empat tujuan utama:
- Diversifikasi polinator, melalui pengembangan kompleks beberapa spesies serangga penyerbuk di ekosistem kelapa sawit.
- Penguatan ketahanan ekologis, dengan mempelajari kemampuan dan respons masing-masing spesies terhadap kondisi lingkungan perkebunan.
- Integrasi riset dan praktik perkebunan, melalui pemantauan populasi, perilaku, dan efektivitas penyerbukan secara terukur.
- Menjaga stabilitas produksi, dengan mendukung proses penyerbukan alami yang berkontribusi terhadap pembentukan buah (fruit set) dan kualitas tandan buah segar (TBS).
Introduksi serangga penyerbuk ini merupakan bagian dari komitmen PT Prime Agri Resources Tbk untuk terus mendorong inovasi berbasis sains dalam menghadapi tantangan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.
Pihaknya melihat penguatan kompleks polinator bukan sekadar sebagai program introduksi spesies, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem perkebunan yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan dan dinamika iklim. Pihaknya akan terus mendukung kolaborasi antara perusahaan.
Karena itu, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari keberadaan atau peningkatan populasi serangga, tetapi juga dari kemampuan spesies tersebut beradaptasi, berinteraksi dengan ekosistem setempat, mengunjungi bunga kelapa sawit, dan berkontribusi terhadap proses penyerbukan.
Secara biologis, keberadaan lebih dari satu spesies penyerbuk memberikan peluang untuk membangun kompleks polinator yang lebih beragam di perkebunan kelapa sawit.
Namun, tidak boleh langsung mengasumsikan bahwa introduksi spesies akan otomatis meningkatkan penyerbukan atau produktivitas.
Karena itu, aspek terpenting dari program ini adalah pemantauan dan evaluasi berbasis data—mulai dari kemampuan adaptasi, dinamika populasi, perilaku kunjungan ke bunga, hingga kontribusinya terhadap fruit set dan pembentukan buah.
“Hasil pemantauan di Sumatera Selatan akan memberikan bukti ilmiah mengenai bagaimana kompleks polinator tersebut berinteraksi dengan kondisi agroekosistem setempat.” ujar Dr. Rully
Tim agronomi PAR bersama tim peneliti dalam konsorsium akan melakukan pemantauan terhadap populasi, distribusi, perilaku, interaksi antarpopulasi. (toni)
*





