
Bandarlampung, Warta9.com – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus terbaik di Lampung Dr. HM. Nasrullah Yusuf SE., MBA, sebagai inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di halaman Kampus Universitas Teknokrat Indonesia, Senin 17 Agustus 2026. Upacara berlangung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Upacara Hari Kemerdekaan RI di kampus Universitas Teknokrat Indonesia berlangsung tepat 07.15 Wib. Sebagai Komandan upacara Qadhli Jafar Adrian, Bmm., MIT., Wakil Dekan III.
Peserta upacara tersebut yang terdiri dari Pembina Yayasan Hj. Hernaini, SS., M.Pd., Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, Dosen, Staf, dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang telah rapih berbaris sesuai dengan tempatnya masing-masing.
Sementara pembacaan teks Proklamasi oleh Wakil Rektor Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM.
Petugas pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh 23 mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia, diiringi lagu Indonesia Raya.
Pengibaran Bendera Merah Putih yang anggota Paskibraka bertugas sebagai pembawa baki dipercayakan kepada Gerilyana Tryo Putri Prodi S1 Informatika, penarik tali bendara Elia Andrenata Setiawan Prodi S1 Manajemen, penerima bendera Hendra Prodi S1 Sistem Informasi, pengibar bendera Muhammad Andre Pratama Prodi S1 Informatika, Komandan Pasukan Ega Yuriza Astanto Prodi S1 Sistem Informasi.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur upacara Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf SE., MBA., mengheningkan cipta dinyanyikan oleh Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan suara mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.
Pembacaan teks Pancasila dipimpin oleh Inspektur Upacara diikuti oleh seluruh peserta upacara.
Pembacaan Teks Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaaan Universitas Teknokrat Indonesia, Auliya Rahman Isnain, S.Kom., M.Cs.
Dilanjutkan menyanyikan Lagu-lagu Nasional yang berjudul Berkibarlah Benderaku dan Hari Merdeka. Pembacaan do’a oleh Dosen Fakultas Teknik & imu Komputer, Yusra Fernando, S.Kom., M.Kom.
Usai upacara Rektor UTI Dr. HM. Nasruillah Yusuf SE., MBA., menyampaikan, kesiapan dari Universitas Teknokrat Indonesia dalam menghadapi Indonesia emas. Indonesia memerlukan pemuda generasi penerus bangsa yang tangguh, yang cerdas untuk menghadapi Indonesia emas yang akan datang ini. Untuk itu, lanjut Nasrullah, Universitas Teknokrat Indonesia harus berpartisipasi di dalam menyiapkan generasi bangsa ini. Universitas Teknokrat Indonesia harus membentuk karakter pemuda Indonesia melalui mahasiswanya ini sebagai kader bangsa dari kalangan cendekia untuk masa yang akan datang.
Pertama yang kita bangun adalah karakternya, karakter yang tidak menyerah, karakter yang nasionalisme, yang cinta kepada bangsanya ini. Selain itu juga bagaimana membentuk mahasiswa ini berpikir akademik, berjiwa akademik, yaitu dia harus melihat sesuatu berdasarkan fakta, data, analisa, hipotesa lagi, antitesa untuk memperoleh tesis yang hakiki. Bukan dia mengambil suatu keputusan berdasarkan hoax, berdasarkan persepsi, tetapi berdasarkan referensi yang menggunakan logika-logika yang diakui. “Ini yang harus kita bangun. Bukan hanya kita berikan kecerdasannya, tetapi cara berpikirnya itulah yang sangat penting untuk kita bangun,” ujar Nasrullah.
Era Teknologi AI
Nasrullah mengatakan, di era AI, UTI telah mempersiapkan diri agar mahasiswa Universitas Teknokrat tidak dikuasai oleh AI, tapi menguasai AI.
Universitas Teknokrat dikenal yang pertama kali menerapkan AI dalam sistem pendidikannya di Indonesia. Penerapan AI ini adalah sebagai alat, alat bantu kehidupan manusia yang luar biasa yang akan datang untuk bisa mengambil keputusan-keputusan. Tentu diperlukan juga generasi atau pemikiran manusia yang bijak menghadapi segala situasi yang akan datang. AI adalah alat bantu untuk kehidupan manusia di masa yang akan datang. Suatu hal perubahan yang luar biasa yang akan dihadapi oleh bangsa di dunia ini. “Jadi, mahasiswa harus dibangun jiwa AI. Dia berpikir juga menggunakan AI, tetapi dia harus mengambil kesimpulan, keputusan berdasarkan juga akal pikirannya dan hati nuraninya. Bukan hanya bergantung dengan AI itu,” ujar Rektor. (W9-jm)
*





