
Bandarlampung, Warta9.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Heti Friskatati, SH, melakukan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa, Kamis (4/2/2026).
Heti Friskatati anggota Fraksi Partai Golkar ini menyampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial di era teknologi saat ini. Terutama kepada anak-anak jangan sampai terknologi yang cepat berkembang saat ini berdampak negatif kepada anak-anak.
Perkembangan teknologi tidak bisa dielakkan. Teknologi berdampak positif dan negatif. Karena itu, sebagai orang tua harus bisa mengarahkan agar teknologi berdampak positif bagi anak-anak. “Karena itu, berhati-hati dalam menyebarkan berita dan informasi, karena berita yang kita sebarkan itu tidak benar maka akan berdampak negatif bagi orang lain,” ujar Heti.
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi Kesra, Heti merasa prihatin atas peristiwa yang belum lama ini menimpa anak di Lampung terkait asusila. Itu semua berawal dari pertemuan dari media sosial. Sehingga anak tersebut depresi sangat berpengaruh terhadap pendidikannya.
“Mari kita jaga anak-anak kita dari pengaruh negatif media sosial. Anak-anak penerus bangsa, mereka yang akan meneruskan pembangunan Bangsa ini. Kalau sampai mereka menjadi korban negatif media sosial maka mau dikemanakan Bangsa yang besar ini,” kata Heti.
Dalam kesempatan ini, Heti juga mengajak kepada masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Menjaga kondusifitas dan kerukunan di masyarakat agar Bangsa ini lebih maju terutama Kota Bandarlampung.
Heti menyampaikan, kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila yang dilakukan anggota DPRD Bandarlampung bukan untuk menggurui. Ia percaya bahwa masyarakat sudah banyak yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mengingatkan kembali akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam kegiatan ini, Heti Friskatati menghadirkan dua nara sumber yaitu; Jamhari, Wartawan Utama PWI Lampung dan Mashudi, SE, praktisi ekonomi. Hadir juga Bhabinsa Rajabasa Jaya Sertu Ripian, Bhabin Kamtibmas Aiptu Seno, tokoh masyarakat dan agama.
Jamhari menyampaikan, sebagai anak Bangsa harus bersyukur Indonesia punya Pancasila. Karena Pancasila merupakan konsensus nasional yang mengikat bangsa yang majemuk, menjamin keberagaman, dan menjaga persatuan di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila lahir 1 Juni 1945, disahkan 18 Agustus 1945, berfungsi sebagai dasar negara, falsafah dan ideologi negara yang menyatukan berbagai suku, agama, dan golongan agar hidup berdampingan secara damai dan harmonis.
Sementara itu Mashudi menyoroti Pancasila dari segi ekonomi dan hak seorang pekerja. Ia juga menyampaikan makna sila-sila dalam Pancasila. (W9-ari)

*





