Berikan Siomay Basi, SPPG Hafizd Berkah Jaya Akui Kesalahan

Kotabumi, Warta9.com – Setelah sempat viral karena memberikan menu MBG berupa siomay ‘basi’ kepada siswa SDN 4 Tanjung Aman, Kotabumi, Lampung Utara, pada Senin (9/3/2026), akhirnya SPPG Hafizd Berkah Jaya selaku pelaksana program tersebut mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada para siswa selaku penerima manfaat.

Hal itu diungkapkan Rizky Ilmawan selaku Kepala SPPG Hafidz Berkah. Menurutnya permintaan maaf tersebut dilakukan secara terbuka dan berjanji akan bertanggung jawab atas kejadian itu.

Bacaan Lainnya

“Kami memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat,” ujarnya.

Dijelaskan, sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya bersama mitra berencana mengganti menu tersebut pada jadwal rapelan di hari Jumat, Sabtu, dan Senin mendatang sebagai kompensasi bagi para siswa.

Rizky mengaku jika pihaknya tidak menyediakan makanan basi, namun akibat adanya penurunan kualitas siomay yang dipicu faktor teknis di ruang pengemasan.

“Kami tidak menyediakan makanan basi. Namun, adanya perubahan suhu ruangan dan suhu makanan yang ekstrem membuat menu siomay kami terlihat tidak baik saat sampai ke tangan siswa di SDN 4 Tanjung Aman Kotabumi,” kilahnya.

Saat dijelaskan mengenai fakta di lapangan jika siomay yang didistribusikan tersebut bukanlah hasil olahan langsung dari dapur internal MBG, melainkan pesanan dari pihak pemasok (supplier), Rizky menuturkan bahwa saat barang diterima dari pemasok, kondisi siomay masih dalam keadaan baik.

Namun, karena mengejar target waktu distribusi, mengingat para siswa sedang mengikuti ujian dan pulang lebih awal pihaknya segera melakukan pengemasan sejak pukul 04.00 WIB.

“Barang sampai dari supplier kami cek masih baik. Diduga proses pengemasan saat suhu makanan belum stabil inilah yang memicu kerusakan,” tutupnya.

Untuk diketahui, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan SDN 4 Tanjung Aman, Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), Senin (9/3/2026), tak layak konsumsi.

Pasalnya, makanan yang diberikan oleh SPPG berupa menu siomay, diduga basi. Sontak saja, peristiwa itu menjadi perbincangan dijagat maya khsususnya di media sosial Facebook.

Dalam unggahan itu menyebutkan bahwa makanan yang berasal dari salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Pahlawan, Kotabumi, tidak layak konsumsi.

Kebenaran kabar tersebut dikuatkan oleh pengakuan salah satu orang tua murid di sekolah penerima. Menurutnya, paket MBG berisi siomay yang diterima anaknya mengeluarkan aroma tidak sedap saat dibuka.

“Iya, tadi paket MBG berupa siomay-nya basi,” ujar salah satu wali murid saat dikonfirmasi.

Beruntung, makanan tersebut belum sempat dikonsumsi oleh para siswa sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius.

Aroma menyengat yang keluar dari kemasan membuat para orang tua dan siswa langsung membuang makanan tersebut. (Van)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *