
Lampung Utara, Warta9.com – Momentum verifikasi berkas cabang olahraga (cabor) oleh Tim II KONI Lampung di Kabupaten Lampung Utara tak sekadar menjadi ajang pemeriksaan administratif.
KONI Lampung Utara (Lampura) memanfaatkan kehadiran tim KONI Provinsi untuk menyuarakan persoalan mendasar, yakni, desakan percepatan penerbitan Technical Handbook (TH) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Ketidakpastian regulasi teknis dinilai menjadi penghambat utama dalam penyusunan program latihan yang terukur.
Tanpa pegangan buku panduan teknis sejak dini, pelatih di daerah kesulitan merancang periodisasi latihan maupun strategi seleksi atlet yang presisi. “Kami butuh kepastian aturan main jauh-jauh hari. Jangan sampai regulasi baru turun saat injury time, karena dampaknya merusak skema pembinaan yang sudah disusun,” tegas perwakilan KONI Lampung di sela-sela kunjungan Tim II KONI Lampung, Imam Safei, M.Or, dari bidang Binpres KONI lampung.
Keterlambatan handbook kerap memaksa daerah bekerja dua kali, merevisi program latihan dan mengubah target sasaran secara mendadak.
Situasi itu yang ingin dipangkas Lampura agar persiapan menuju ajang empat tahunan tersebut lebih efektif dan efisien.
Selain isu regulasi, Lampura juga menyoroti gemuknya nomor pertandingan yang kerap dipaksakan dalam setiap gelaran Porprov. “Daerah meminta KONI Lampung lebih realistis dan selektif,” tambah Imam.
Sementara itu, koordinator tim verifikasi tim II Nazwar Basyuni, SE, menyatakan banyaknya nomor yang dipertandingkan tanpa filter kualitas justru membebani KONI kabupaten/kota.
Imbasnya merembet ke segala lini, pembengkakan anggaran kontingen, logistik yang tak efisien, hingga terpecahnya konsentrasi pembinaan atlet.
Lampura mengusulkan pemangkasan nomor-nomor non unggulan demi menjaga marwah kompetisi yang kompetitif, bukan sekadar ramai peserta, ujar bang Naz, sapaan akrabnya.
Dalam diskusi tersebut, Lampura juga turut menitipkan sejumlah nama atlet potensial yang butuh atensi khusus provinsi.
Salah satunya, Gading Mukti Wibowo, atlet Mixed Martial Arts (MMA) yang kini tengah naik daun.
Lampura berharap, atlet dengan prospek menembus level nasional seperti Gading tidak dibiarkan jalan sendiri.
Intervensi provinsi melalui pemusatan latihan terpadu dan akses kompetisi berjenjang sangat dinanti. “Jangan sampai pembinaan putus di kabupaten. Aset seperti ini harus dikawal agar bisa berbicara banyak di level nasional,” pungkas pihak Lampura. (W9-jm)

*





