Kadis BMBK: Butuh Rp70 M untuk Bangun Jembatan Desa Kali Pasir – Tanjung Tirto Way Bungur Lampung Timur.

HM. Taufiqullah, Kadis BMBK Provinsi Lampung

Bandarlampung, Warta9.com – Ternyata tidak sedikit biaya untuk membangun jembatan yang menghubungkan Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto Way Bungur Lampung Timur. Berdasarkan hitung-hitungan Pemkab Lampung Timur dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, untuk membangun jembatan tersebut dibutuhkan Anggaran sekitar Rp70 miliar – Rp80 miliar.

Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung HM. Taufiqullah, ST, MT, menanggapi belum dibangunnya jembatan di desa tersebut hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

Taufiqullah mengatakan, untuk membangun jembatan permanen sungai Batanghari yang menghubungkan Desa Kali Pasir dan Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur Lampung Timur diperkirakan membutuhkan anggaran Rp70 – Rp80 miliar. “Total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp70 miliar agar jembatan benar-benar memenuhi standar keselamatan,” ujar Taufiqullah, Senin (2/2/2026).

Menurut Kadis BMBK Provinsi,
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut. Namun keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini tidak mampu ditangani secara mandiri oleh Pemkab Lampung Timur. “Anggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses masyarakat dan pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di sana,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Taufiq, menggugah hati Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, untuk mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat dalam menangani jembatan di desa tersebut.

Tanggapan Bupati Lampung Timur
Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menanggapi viralnya video pelajar dan warga yang menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, mengatakan,
sebagai kepala daerah, ia menilai sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai untuk berangkat dan pulang sekolah.

Menurut Ela, pemerintah daerah bahkan dirinya sudah berulang kali meninjau langsung lokasi setempat. Ia memastikan sudah melakukan serangkaian upaya dan langkah kongkret agar jembatan bisa segera dibangun.

“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran, saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Bupati Ela Siti Nuryamah.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk melalui skema bantuan presiden. “Tapi kembali lagi, sampai saat ini pembangunan itu belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran,” katanya.

Menurut Bupati, untuk pembangunan jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur baru mampu mengalokasikan sekitar Rp18,99 miliar atau hampir Rp19 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *