
Lampung Selatan, Warta9.com – Gubernur Lampung Ir. Rahmat Mirzani Djausal, ST, MM, mengukuhkan Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung Masa Bhakti 2026-2031, di Bapeltan, Hajimena Lampung Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Pengurus Ketua KTNA Provinsi Lampung yang dilantik yaitu; Ketua Ir. H. Hanan A Rozak, MS, Sekretaris Ir Jiwa Shofari, MTr.P, Bendahara Saptoni, SH, para wakil Ketua, Wakil Sekretaris, Wakil Bendahara dan Bidang-bidang.
Pengukuhan pengurus KTNA Lampung ditandai dengan penyerahan bendera pataka KTNA dari Ketum KTNA Nasional Mohammad Yadi Sofyan Noor, kepada Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, lalu diserahkan kepada Ketua KTNA Lampung Hanan A Rozak.
Hadir dalam pelantikan pengurus KTNA Provinsi Lampung Pangdam XXI/Radin Intan Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), Ketua Komisi II DPRD Lampung Basuki dan sejumlah pejabat di lingkungan Provinsi Lampung.
Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian KTNA, Gubernur Mirza dalam kesempatan ini memberikan bantuan Grain Dryer (Alat pengering jagung pipil) kepada 15 Ketua KTNA Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.
Di sela-sela pidatonya, Gubernur Mirza langsung memerintahkan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Elvira Umihanni, agar memberi bantuan alat pengering jagung kepada ketua KTNA Kabupaten/Kota.
Gubernur Mirza mengatakan, KTNA selama ini menjadi penyambung lidah petani. KTNA menjadi rumah bagi petani.
Sesuai dengan analisa para ahli dunia, Indonesia Emas 2045, bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia. Namun yang tidak dihitung para ahli tersebut, adalah petani. Apakah petaninya makmur, apakah petaninya akan maju dan sejahtera.
Menurut Gubernur Mirza, pemerintah sangat serius dalam melindungi petani, dengan meningkatkan perekonomian pertanian sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi dan petani makmur. “Bapak Presiden Prabowo sangat menginginkan petani makmur. Karena itu, Bapak Presiden menjaga harga gabah, harga jagung, sehingga harga stabil,” ujar Mirza.
Lebih lanjut Gubernur Mirza mengatakan, swasembada pangan dimulai dari desa. Ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Sementara itu, Ketua Umum KTNA Nasional Ir. H. Mohammad Yadi Sofyan Noor, SH, KTNA mendukung penuh terwujudnya swasembada pengan di Indonesia. KTNA dengan 22 juta anggota petani nelayan diharapkan akan menjadi pelaku swasembada pangan di Indonesia.
Sementara itu, Ketua KTNA Provinsi Lampung Hanan A Rozak, mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung. KTNA tetap setia mendukung terus kepemimpinan Gubernur Mirza.
Karena itu, Hana A Rozak yang juga anggota DPR RI ini mengajak kepada seluruh anggota KTNA melakukan kerja sama dengan tim Satgas Swasembada Pangan. KTNA Provinsi Lampung menjadi mitra strategis pemerintah yang harus mampu menjadi penyambung lidah petani dan nelayan. (W9-jm)

*





