Sutanto Kepala SMAN 2 Anak Ratu Aji Lamteng Klarifikasi Terkait Kata-kata “Bengak dan Bodoh”

Dr. Sutanto, SPd, MPd, Kepala SMAN Anak Ratu Aji Lamteng.

Bandarlampung, Warta9.com – Kepala SMAN 1 Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah Dr. Sutanto, SPd, MPd, menyampaikan klarifikasi terkait berita di Warta9.com berjudul “Dr. Sutanto, Kepala SMAN 1 di Lampung Tengah kurang Beradab, Walimurid Dibilang “Bengak dan Bodoh”.

Sutanto menyampaikan, sebenarnya
ceritanya sangat simpel. Sesuai aturan yang ada memang sekolah tidak di perkenankan mengurusi dan mengelola seragam anak didik.

Bacaan Lainnya

Maka begitu media bertanya kepada dirinya, dijawab Sutanto tidak tahu. Karena semua diserahkan ke wali masing-masing. Infonya terkait seragam di SMAN 1 Anak Ratu Aji, dikelola komite.

Waktu itu, ada wartawan yang konfirmasi ke sekolah. Karena menurut walimurid seragam anak sekolah belum dibagi. “Lo sekolahan bingung, dalam hal ini, jahit dimana, bayar berapa, gak tahu,” kata Sutanto.

Wartawan mendesak bertanya mustinya sekolah tahu tidak lepas tanggungjawab. “Barulah aku kelepasan ngomong kata “goblok”, kilah Sutanto tidak dalam klarifikasinya tidak disebutkan “Bengak”.

Mereka jahit nya dimana, Sutanto tidak tahu. “Mereka kok tanyanya ke sekolah, kan ketempat tukang jahit nya,” wali bertanya demikian.

Dalam klarifikasi ini, Sutanto seolah wartawan yang mengada-ada membuat pertanyaan. “Sebenarnya tidak ada wali murid yang bertanya, itu pancingan kalimat mereka ternyata. Aku kena, tahu betul sekolah tidak boleh kelola seragam dan pasti akan di goreng gini, wong ini tidak kelola saja dicari salahnya terus,” ujar Sutanto.

“Kronologis nya seperti itu, sore tadi sudah saya laporkan ke Dinas Provinsi melalui Cabdin Wilayah 6,” kata dia.

Hebatnya, dalam klarifikasi yang disampaikan ke salah satu Wakil Ketua Kwarda Lampung, tidak ada kalimat maaf kepada walimurid.

Diberitakan sebelumnya, Kepala SMAN 1 Anak Ratu Aji Lampung Tengah Dr. Sutanto, SPd, MPd, mengeluarkan kata-kata kasar dan merendahkan walimurid di wartawan, seperti dikutip Wawai News, Selasa (3/1).

Kata-kata nada penghinaan yang dilontarkan seorang kepala sekolah bergelar doktor Sutanto berbunyi “Orang tuanya bengak dan bodoh”. Gaya bicaranya seperti preman pasar tidak mencerminkan seorang pendidik.

Bengak bahasa Palembang artinya bodoh. Kata ini termasuk dalam kategori kata makian atau umpatan yang merujuk pada seseorang yang lamban berpikir atau sulit memahami sesuatu.

Kata-kata tidak beradab bernada cacian itu, terlontar dari mulut Sutanto, saat dimintai tanggapan wartawan terkait persoalan seragam sekolah di SMA Negeri 1 Anak Ratu Aji (ARA) Lampung Tengah.

Bukan semata karena seragam siswa yang tak kunjung lengkap meski telah dibayar lunas, melainkan akibat pernyataan kasar Kepala Sekolah, yang justru menambah panas suasana. Alih-alih memberi klarifikasi yang menenangkan, Kepala SMAN 1 Anak Ratu Aji Sutanto, justru melontarkan kata-kata bernada penghinaan kepada wali murid. Pernyataan tersebut disampaikan saat awak media meminta konfirmasi terkait keluhan orang tua siswa mengenai keterlambatan pengadaan seragam.

“Kami tidak mengelola pengadaan seragam murid. Orang tuanya saja yang bengak, bodoh, kok masih nyalahin sekolah. Semuanya sekolah tidak tahu-menahu, semuanya dikelola komite dan konveksi,” ujar Sutanto, saat dikonfirmasi wartawan. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *