Tanyakan Upah Ponakan, Jurnalis Malah Diteror dan Diancam Ditembak, ID Card Dirampas

Hendrik mendapat perlakuan kasar dari terlapor. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Aksi intimidasi terhadap jurnalis kembali terjadi, kali ini Hendrik Iskandar (39), jurnalis Lihatwarta.id, melaporkan dugaan pengancaman serius yang dialaminya ke Polresta Bandarlampung, Jumat (17/4) malam.

Dalam laporan teregister dengan nomor: LP/B/609/IV/2026/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung, usai insiden yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Jalan Nusa Indah (Pempek 345), Pahoman, Enggal, Kota Bandarlampung.

Bacaan Lainnya

Hendrik mengatakan peristiwa bermula saat dia mendatangi lokasi untuk mengonfirmasi dugaan penahanan gaji keponakannya bernama Melan, yang bekerja selama 15 hari namun tidak menerima upah.

“Saya klarifikasi justru terkait laporan keponakan saya. disitu saya malah saya diintimidasi dan diancam sampai sempat nyekek leher saya,” kata Hendrik, Jumat (11/4).

Lebih lanjut dia menjelaskan tidak hanya sampai pada ancaman dan intimidasi, terlapor MAD juga diduga melontarkan ancaman akan menembak dirinya.

“Selain terlapor MAD, dua anak terlapor juga ikut nantang saya berkelahi. Dan salah satu di antaranya merampas ID card pers punya sahabat yang digantung di leher saya,” jelasnya.

Dia menambahkan atas peristiwa itu, kemudian langsung melaporkan kejadian itu ke Polresta Bandar Lampung dan minta terlapor diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya sudah buat laporan ke Polresta Bandar Lampung dan saya sudah di BAP. Dan saya minta, kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.(W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *