17 Karyawan dan Purnakarya PTPN I Regional 7 Menunaikan Ibadah Haji

Plt Head Regional 7 PTPN I  Iyan Heryanto melepas calon jamaah haji. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Manajemen PTPN I Regional 7 melepas 17 karyawan dan purnakarya yang akan menunaikan ibadah haji. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Kantor Regional, Rabu (22/4/2026).

Dalam sambutannya, Plt Region Head Iyan Heryanto menyampaikan, panggilan menunaikan ibadah haji merupakan kehormatan luar biasa. “Tidak semua orang mendapat kesempatan menjadi tamu Allah di Baitullah. Keberangkatan Bapak–bapak dan Ibu-ibu tahun ini adalah buah dari kesabaran, keikhlasan, dan ikhtiar selama ini,” ujar Iyan Heryanto.

Bacaan Lainnya

Atas nama manajemen, Iyan mengucapkan selamat kepada para calon haji dan berpesan agar momentum spiritual ini disyukuri dengan sepenuh hati.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menitipkan empat pesan kepada jamaah agar senantiasa menjaga kesehatan.

Perbedaan iklim dan cuaca di Tanah Suci menuntut stamina prima. Jamaah diimbau menjaga kondisi fisik, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi agar seluruh rangkaian ibadah terlaksana optimal.

Iyan juga meminta para jamaah untuk memurnikan niat semata-mata karena Allah SWT, serta menghindari sifat ria atau berbangga diri agar esensi ibadah haji tetap terjaga. “Sebagai duta keluarga besar PTPN I Regional 7, jamaah diharapkan menunjukkan perilaku santun, tertib, dan berakhlak mulia selama di Tanah Suci,” kata Iyan.

Pada kesempatan itu, Iyan juga mohon kepada para jamaah agar berdoa di tempat-tempat mustajab agar PTPN I Regional 7 senantiasa diberi keberkahan, kelancaran transformasi, serta keberlanjutan usaha yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kelancaran, dan kemudahan kepada Bapak dan Ibu. Semoga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah,” tutupnya.

Pada kesempatan itu para jamaah calon haji diberi tausiah oleh ustad H. Yani. Dalam tausiyahnya, Yani agar para jamaah meluruskan niat.

“Niatkan hanya karena Allah. Tinggalkan keinginan dipuji manusia, gelar Haji di depan nama, atau sekadar wisata rohani. Rasulullah bersabda: Innamal a’malu binniyat. Tanpa niat yang lurus, seluruh lelah di Tanah Suci bisa sia-sia.”

Dia mengingatkan bahwa Makkah dan Madinah adalah tanah haram. Setiap kebaikan dilipatgandakan, begitu pula keburukan. “Hindari mengeluh karena panas, antrean panjang, atau makanan yang tidak sesuai selera. Ganti keluhan dengan zikir. Jaga mata dari pemandangan haram, jaga lisan dari ghibah, jaga tangan dari menyakiti sesama jamaah,” pesan Ustad Yani. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *