Hasilkan Cuan, Mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Sulap Kulit Pisang Jadi Kerupuk

Kulpis mahasiswa FEB Universitas Teknokrat. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Kebiasaan kita setelah makan pisang, kulitnya langsung dibuang ke tempat sampah. Tapi sebenarnya, kulit pisang bisa disulap menjadi camilan lezat berdaya jual tinggi.

Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kampus terbaik di Lampung kembali membuktikan diri sebagai kampus swasta terbaik di Lampung lewat terobosan terbaru mahasiswanya.

Bacaan Lainnya

Kali ini, giliran mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang mencuri perhatian lewat produk inovatif bernama Si Kulpis, sebuah produk kerupuk renyah dan lezat berbahan dasar limbah kulit pisang.

Inovasi pangan unik ini lahir dari tangan kreatif mahasiswa sebagai luaran langsung dari mata kuliah Pengantar Bisnis.

Produk Si Kulpis juga telah sukses dipamerkan dalam ajang bergengsi Innovation Expo 2026 yang diselenggarakan di lingkungan kampus pekan lalu.

Ide pembuatan Si Kulpis berawal dari keprihatinan para mahasiswa terhadap melimpahnya limbah kulit pisang di kota Bandar Lampung yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Padahal, jika diolah dengan formulasi yang tepat, kulit pisang dapat bertransformasi menjadi kerupuk yang tidak hanya gurih, tetapi juga memberikan nilai tambah (value-added) secara ekonomi dan lingkungan.

Dalam proses pengembangannya, para mahasiswa tidak berjalan sendiri. Mereka dibimbing langsung oleh salah satu dosen terbaik FEB, Dr. Tri Darma Rosmala Sari, S.E., M.S.Ak.

Berkat bimbingan intensif tersebut, Si Kulpis berhasil tampil sebagai salah satu produk yang paling diminati pengunjung expo karena keunikan rasa dan konsepnya yang belum banyak ditemui di pasaran.

Inovasi pangan berbasis sirkular ekonomi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran rektorat. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyambut hangat hadirnya Si Kulpis.

Mahathir melihat adanya potensi besar bagi produk ini untuk berkembang lebih jauh ke ranah industri komersial.
“Kami berharap ada peluang besar bagi inovasi Si Kulpis ini untuk terus berkembang dengan baik, bahkan hingga mendapatkan pendanaan atau hibah dalam program nasional,” ujar Mahathir.

Lebih lanjut, ia mendorong agar para mahasiswa FEB tidak cepat berpuas diri dan menghentikan langkah pasca-pameran selesai. Mahathir meminta tim mahasiswa untuk melanjutkan proyek ini ke tahap produksi massal yang berkelanjutan serta aktif menggandeng pihak luar maupun mitra industri demi memperluas jangkauan pasar.

Inovasi kerupuk kulit pisang ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan sebuah aksi nyata civitas akademika dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Produk Si Kulpis secara langsung berkontribusi pada beberapa poin penting SDGs.

Bagi lulusan SMA, SMK, MA sederajat untuk melanjutkan kuliah di Universitas Teknokrat Indonesia dengan mengakses spmb.teknokrat.ac.id. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *