
Bandarlampung, Warta9.com – Ketua
DPW PKS Provinsi Lampung juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Lampung H. Ade Utami Ibnu, memberi materi kegiatan Leadership Education Program (LEP) 2026, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf, Jumat (7/8/2026).
Ade Utami memberi pembekalan tentang “Menjadi Pemimpin Visioner di Era Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045”.
Menurut Ade, Indonesia Emas 2045 merupakan momentum ketika generasi muda saat ini akan berada pada puncak usia produktif sebagai pemimpin di berbagai bidang. Karena itu, tantangan utama bukan hanya meraih pekerjaan terbaik, tetapi mempersiapkan diri untuk memimpin perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut memerlukan kepemimpinan adaptif, yaitu kemampuan membaca perubahan, menjaga nilai dan integritas, serta menggerakkan kolaborasi di tengah situasi yang terus berubah.
Perubahan global terjadi secara cepat di bidang teknologi, dunia kerja, sosial, dan ekonomi. Perkembangan Artificial Intelligence (AI), big data, dan digitalisasi menuntut kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, berkolaborasi, kreatif, serta memiliki learning agility atau kemauan belajar sepanjang hayat. Pemimpin adaptif tidak bersikap reaktif terhadap perubahan, tetapi mampu mengantisipasi tantangan, melihat peluang, dan terus mengembangkan kompetensi yang relevan.
Materi ini juga membedakan masalah teknis, yang memiliki solusi dan prosedur yang jelas, dengan tantangan adaptif, yang membutuhkan perubahan pola pikir, perilaku, serta kerja sama untuk menemukan solusi. Kepemimpinan adaptif diwujudkan melalui lima langkah utama, yaitu melakukan observasi terhadap akar persoalan, berani menghadapi kenyataan, bereksperimen dengan solusi baru, belajar dari evaluasi, serta tetap berpegang pada nilai dan tujuan meskipun strategi dapat berubah.
Untuk menjadi pemimpin visioner, seseorang harus memiliki arah yang jelas, nilai yang kuat, dan orientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Kompetensi yang perlu dikembangkan meliputi learning agility, critical thinking, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan mengeksekusi gagasan menjadi aksi. Di era digital, generasi muda didorong untuk berkembang dari sekadar consumer menjadi creator, bahkan leader yang memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan masyarakat. AI diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan akal, etika, dan tanggung jawab.
Keberhasilan kepemimpinan juga ditentukan oleh kemampuan membangun Collaborative Leadership (4K), yaitu memiliki tujuan bersama, membangun kepercayaan, menjalin komunikasi yang efektif, dan memberikan kontribusi sesuai kompetensi masing-masing. Di atas semua itu, integritas menjadi fondasi utama karena kompetensi tanpa integritas dapat disalahgunakan, sedangkan integritas tanpa kompetensi tidak akan menghasilkan dampak yang optimal.
Ade mengajak peserta LED menyusun rencana aksi 30 hari, yaitu mempelajari satu keterampilan baru, membangun proyek kolaboratif, mengurangi kebiasaan digital yang tidak produktif, serta mencari mentor sekaligus membantu orang lain berkembang. Pesan utama yang ditekankan adalah bahwa masa depan tidak hanya diprediksi, tetapi harus diciptakan, dan kepemimpinan dimulai ketika seseorang berhenti menunggu orang lain bertindak, lalu bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk membawa perubahan?”
Dalam sesi dialog, empat mahasiswa UTI menyampaikan pertanyaan kepada Ade Utami Ibnu.
Hanifah (Manajemen, FEB), menyampaikan, dirinya menjadi volunteer literasi keuangan di masyarakat. Saya bertemu dengan masyarakat yang banyak masalah seperti masalah utang piutang. Bagaimana cara menghadapi kondisi masyarakat seperti itu yang kerap kali tidak mau mendengarkan atau malah menolak kami?
Hervina Mustika Cahya (Teknik Sipil, FTIK), menyampaikan, mahasiswa adalah agen perubahan, tetapi perjuangan mahasiswa seringkali dibatasi oleh pemerintah, bagaimana menyikapinya?
Nova (Tendik UTI), bertanya, bagaimana sikap pemimpin dalam menghadapi kondisi objektif yang terus berubah, apakah tidak mau berubah atau sering berubah-ubah? Bagaimana sikap yang ideal?
Yogi (Tendik UTI), menanyakan, bagaimana karakter kunci dalam mempersiapkan diri menyambut Indonesia emas 2045? (W9-jm)
*





