
Gowa, Warta9.com – Hati-hati menjadi pejabat publik sekarang. Bukan hanya rakyat yang melawan bila kepala daerah salah mengambil kebijakan, bawahannya pun berani melawan.
Contoh buruk bupati dilawan anak buahnya di muka umum terjadi di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Seorang kepala dinas berani masuk di tengah lapangan sambil meminta peserta apel pagi bubar, saat Bupati Gowa Husniah Talenrang memasuki lapangan upacara.
Suasana apel pagi Pemerintah Kabupaten Gowa, Senin, 24 Agustus 2026, mendadak tegang. Sebuah video berdurasi sekitar satu menit yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria berseragam ASN masuk ke barisan peserta apel saat Bupati Gowa Siti Husniah Talenrang sedang memberikan pengarahan. Pria tersebut diduga Agus Harahap, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa yang dinonaktifkan.
“Bubar… bubar!” teriak pria tersebut. Peserta apel tetap berada di tempat.
Dari arah belakang kamera terdengar suara yang meminta peserta mengikuti pemimpin. “Ikuti pemimpin… ikuti pemimpin. Dia masih Bupati, teriak seseorang. Situasi semakin riuh, berapa anggota Satuan Pol PP terlihat mengejat ASN yang teriak-teriak bubar tersebut.
Pria tersebut belum berhenti. “Bubar… bubar! Bukan Bupati itu,” katanya sembari berjalan ke sisi kanan barisan. Peserta apel kemudian membalas. “Masih bupati, masih bupati!” Beberapa anggota Satpol PP terlihat bergerak mendekati pria tersebut. Dari balik pengeras suara, Husniah berusaha meredakan situasi. “Tenang, tenang. “Tenang, tenang. Saya harap peserta apel tetap tenang,” ujar Husniah.
Video tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian ketegangan politik dan pemerintahan yang terjadi di Kabupaten Gowa.

Demo Kantor Bupati
Pada hari yang sama, Kantor Bupati Gowa dikepung demonstran beberapa jam setelah apel, Kantor Bupati Gowa kembali menjadi pusat perhatian.
Massa demonstran mendatangi kantor pemerintahan tersebut. Sebagian pengunjuk rasa bahkan dilaporkan menerobos masuk ke dalam gedung. Massa menyisir sejumlah ruangan untuk mencari keberadaan Bupati Husniah Talenrang.
Bupati Temui Massa
Mereka meminta Bupati Gowa memberikan klarifikasi terkait kabar penonaktifan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gowa.
Di tengah pengawalan aparat keamanan, Husnia menjelaskan bahwa informasi mengenai 16 pejabat yang dinonaktifkan tidak sesuai dengan keputusan pemerintah daerah. “Bukan 16, tapi 7 orang. Salah satunya Sekretaris Daerah,” ujar Husniah.
Keterangan itu disampaikan ketika Husniah berada di tengah kerumunan demonstran. Situasi kemudian kembali memanas.
Sekretaris Daerah Gowa nonaktif, Andy Azis Peter, kemudian muncul di tengah massa.
Aparat keamanan segera mengambil langkah pengamanan. Bupati Husniah dievakuasi kembali ke dalam gedung untuk menghindari potensi kericuhan. Andy Azis Peter kemudian meminta penjelasan mengenai alasan dirinya dinonaktifkan dari jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa. (W9-jm/ant)
*





