
Bandarlampung, Warta9.com – Anggota Komisi V DPR RI Ir. H. Hanan A Rozak, MS, menerima aspirasi Tim Irigasi Rakyat Provinsi Lampung Swakelola Irigasi Rakyat Ir. H. Anshori Djausal, MT.
Anshori Djausal, Arsitek dan budayawan Lampung bersama timnya diterima oleh Hanan A Rozak di ruang Kerja Ketua DPD Partai Golkar Lampung, di Bandarlampung, Senin (9/2/2026).
Turut mendampingi Hanan A Rozak, Ketua Harian Golkar Lampung H. Riza Mirhadi, SH, Wakil Ketua Bidang Hukum H. Abi Hasan Mu’an, SH, MH. Sementara Anshori didampingi Timnya Ir. Ardi Johan dan Ir. Yudha Mahardika, ST., MM., MT.
Hanan A Rozak menyambut baik usulan Irigasi Rakyat yang disampaikan oleh Ashori. Bahkan ia langsung memberikan peluang untuk melakukan pelatihan dan kerjasama pembangunan irigasi 10-20 titik di Lampung yang bisa dikerjasamakan dengan Tim Irigasi Rakyat. Soal teknis nanti bisa dibahas lebih lanjut dengan pihak Balai dan pelaksana kegiatan.
Alasan Anshori menyampaikan ke Hanan, dirinya bersama tim sudah menyampaikan projek ini ke sejumlah anggota DPR RI dan Balai. Namun belum ada solusi. Karena itu, ia menyampaikan aspirasi ini ke anggota Komisi V DPR RI Hanan A Rozak.
Kontruksi irigasi rakyat yang diusulkan semata-mata untuk meningkatkan produksi padi petani. Sama sekali tidak ada unsur proyek. Karena itu, ia sangat senang bila usulan konstruksi irigasi ini dapat disinergikan dengan kegiatan pemerintah pusat.
Konstruksi yang diusulkan Tim Anshori berupa konstruksi tanah, konstruksi pasangan batu, konstruksi insitu, konstruksi precast dan konstruksi ferosemen.
Dari empat bahan pasangan di atas
diutamakan dapat menggunakan bahan pasangan ferrocement, dengan
pertimbangan :
1. Biaya konstruksi lebih rendah
2. Kekuatan ferrocement lebih tinggi,
bentuk penulangan yang tersebar merata hampir di seluruh bagian struktur memungkinkan untuk dibuat struktur tipis
3. Ferrocement mempunyai
konstruksi lebih ringan sehingga dapat digunakan di tanah yang mempunyai daya dukung yang rendah
4. Struktur ferrocement yang mudah
dikerjakan dan cepat pelaksanaannya.
Ada beberapa alasan mengapa sistem irigasi sangat penting di Tingkat rakyat di desa:
Memastikan ketersediaan air yang cukup: Sistem irigasi yang baik dapat memastikan pasokan air yang cukup bagi tanaman. Ini memungkinkan tanaman untuk tumbuh dengan baik dan mengoptimalkan hasil panen.
Mengurangi risiko kekeringan: Dengan sistem irigasi yang baik, petani dapat mengelola penggunaan air dengan lebih efisien, sehingga mengurangi risiko kekeringan dan kerugian yang disebabkan oleh kekurangan air.
Meningkatkan efisiensi penggunaan air: Dalam sistem irigasi tradisional, banyak air yang terbuang karena penggunaan yang tidak efisien. Dengan menerapkan sistem irigasi modern, petani dapat menggunakan air secara efisien, menghemat sumber daya dan biaya produksi.
Memberdayakan petani dalam pengelolaan irigasi. Ini dapat dilakukan melalui:
1. Memberikan pelatihan dan pendidikan tentang praktik
pengelolaan irigasi yang baik.
2. Memfasilitasi akses ke teknologi irigasi yang efisien dan terjangkau.
3. Membantu dalam perencanaan dan pengorganisasian sistem irigasi
komunitas.
4. Menyediakan sumber daya dan pendanaan untuk pengembangan
infrastruktur irigasi.
5. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi petani dalam pengelolaan
irigasi melalui kampanye dan kegiatan sosial.
Teknologi Terbaru dalam Pengelolaan Irigasi
Beberapa inovasi terkini termasuk:
1. Penggunaan sensor tanah dan cuaca untuk mengoptimalkan
penggunaan air.
2. Penggunaan sistem pengairan tetes yang presisi untuk meningkatkan efisiensi irigasi.
3. Pemanfaatan drone dan citra satelit untuk pemantauan penggunaan air.
4. Pembangunan pusat kendali irigasi yang terhubung dengan internet dan
aplikasi seluler.
5. Pengembangan teknologi pengelolaan sumber daya air yang
cerdas.
Masih menurut penjelasan Anshori, dari berbagai tinjauan di lapangan Irigasi kecil dengan Daerah Irigasi di bawah 500 ha dengan teknologi yang sederhana dan biaya yang tidak
terlalu besar dapat dilaksanakan secara Swakelola. Dengan potensi yang cukup besar (120.000 ha) dan dikelola dengan baik tentunya akan meningkatkan produksi padi seperti yang diharapkan, Lumbung Pangan.
Swakelola dengan pendampingan tenaga ahli di bidangnya dapat juga dilakukan oleh masyarakat, BUMDES atau POKTAN. (W9-jm)

*





