Kampus Berdampak, Mahasiswa Universitas Teknokrat Ciptakan Smart Weather Station untuk Deteksi Dini Cuaca Ekstrem

Mahasiswa UTI menyerahkan hasil inovasinya kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Radin Inten II. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) berhasil menciptakan inovasi Smart Weather Station berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang sebagai Early Warning System (EWS) untuk mendukung pemantauan kondisi cuaca secara real time.

Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya memanfaatkan teknologi IoT untuk menghasilkan sistem pemantauan cuaca yang mampu mengukur berbagai parameter lingkungan secara langsung dan terintegrasi. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pendukung dalam mendeteksi perubahan kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem. Selain itu, inovasi ini juga sebagai karya kampus terbaik di Lampung yang berdampak bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Smart Weather Station tersebut dilengkapi dengan berbagai sensor yang mampu mengumpulkan data lingkungan, meliputi suhu, kelembapan, tekanan atmosfer, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan curah hujan. Selain parameter cuaca, sistem juga memiliki kemampuan untuk memantau kualitas udara, khususnya konsentrasi karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO₂).

Seluruh data dari sensor dikumpulkan dan diproses secara terintegrasi melalui teknologi IoT sehingga kondisi lingkungan dapat dipantau secara real time. Data tersebut dapat menjadi informasi pendukung dalam melakukan pemantauan perubahan kondisi cuaca dan lingkungan. Inovasi ini telah diserahkan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Radin Inten II untuk selanjutnya memasuki tahap uji coba dan evaluasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk mengetahui kinerja serta tingkat akurasi sistem ketika digunakan dalam kondisi lingkungan sebenarnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Radin Inten II, Rudi Harianto, S.Kom., M.Si., mengapresiasi inovasi yang dihasilkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tersebut. Menurutnya, inovasi mahasiswa yang mengintegrasikan berbagai parameter cuaca dan lingkungan dalam sebuah perangkat berbasis IoT memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Dosen pembimbing pengembangan Smart Weather Station, Yuri Rahmanto, M.Kom., mengatakan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa Teknik Komputer, khususnya dalam bidang IoT dan sistem cerdas. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori dan pemrograman, tetapi juga didorong untuk menghasilkan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Smart Weather Station ini merupakan salah satu bentuk implementasi IoT untuk melakukan pemantauan lingkungan secara real time,” ujarnya.

Yuri menambahkan, kerja sama dengan BMKG menjadi bagian penting dalam proses pengembangan teknologi tersebut. Melalui tahap uji coba, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam menguji sistem secara langsung serta melakukan penyempurnaan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Smart Weather Station ini dikembangkan oleh mahasiswa terbaik Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Aji Priyangga, Galuh Abada, Abdu Razak Al Fatah, dan Moris Cahyadi, di bawah bimbingan Yuri Rahmanto, M.Kom.

Pengembangan teknologi ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang memiliki manfaat nyata. Khususnya pada bidang Internet of Things, sistem tertanam (embedded system), pemantauan lingkungan, dan sistem peringatan dini.

Ke depan, Smart Weather Station diharapkan dapat terus dikembangkan melalui peningkatan akurasi sensor, pengolahan dan analisis data, serta integrasi sistem peringatan dini yang lebih optimal. Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya mampu menyajikan data kondisi cuaca secara real time, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari sistem pendukung pengambilan keputusan dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, mengapresiasi hasil inovasi mahasiswa. Mahathir terus mendorong mahasiswa agar jangan berhenti melakukan inovasi dan meraih prestasi.

Lebih lanjut Mahathir mengatakan, bahwa inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa ini berkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Mahathir Muhammad, mengajak lulusan SMA, SMK, MA, kuliah di Universitas Teknokrat Indonesia dengan mengakses spmb.teknokrat.ac.id. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *