Kampus Berdampak, Universitas Teknokrat dan University of Northern Philippines Kolaborasi Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran di SMA

Bandarlampung, Warta9.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi digital dalam pendidikan terus berkembang dan membuka peluang baru bagi guru maupun siswa. Menyikapi perkembangan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) bersama University of Northern Philippines dan SMA Perintis 2 Bandarlampung menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional dalam mendukung gerakan Kampus Berdampak dan SDGs 9, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SMA Perintis 2 Bandarlampung tersebut dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan peserta secara langsung dan daring. Program ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr. Jamaica Vizcarra -Garcia dan Dr. Dave Fontejon, EdD, dari University of Northern Philippines, serta Dr. Afrianto, M.Hum. dan Nicky Dwi Puspaningtyas, M.Pd., dari Universitas Teknokrat Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kegiatan berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk mendukung proses pembelajaran. Para guru dan siswa SMA Perintis 2 Bandar Lampung tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis mengenai pemanfaatannya dalam kegiatan belajar mengajar.

Dosen terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Afrianto, M.Hum. dan Nicky Dwi Puspaningtyas, M.Pd., menyampaikan materi mengenai Interactive Digital Teaching Media. Materi tersebut memperkenalkan pemanfaatan media pembelajaran digital interaktif sebagai sarana untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, komunikatif, dan melibatkan peserta didik secara aktif.

Sementara itu, narasumber dari University of Northern Philippines memberikan perspektif internasional mengenai pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik. Pertukaran perspektif tersebut menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan karena guru dan siswa memperoleh wawasan mengenai praktik pemanfaatan teknologi pendidikan dari lingkungan akademik Indonesia dan Filipina.

Selain memperkenalkan berbagai peluang yang ditawarkan AI, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. AI diposisikan sebagai alat bantu yang dapat memperkuat kreativitas dan efektivitas pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru maupun kemampuan berpikir peserta didik.

Dalam kesempatan yang sama Kepala SMA Perintis 2 Bandarlampung Aman Surya, S.Ag. menyampaikan kami sangat mengapresiasi Universitas Teknokrat Indonesia dan University of Northern Philippines yang telah memberikan pengalaman baru bagi guru dan siswa dalam pemanfaatan AI dan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Harapan kami, kerja sama ini dapat terus dilanjutkan secara reguler, terutama pelaksaan PkM.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan bahwa perkembangan AI harus diikuti dengan peningkatan literasi digital dan kemampuan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. “AI harus kita tempatkan sebagai mitra dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru dan siswa perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif, tetapi tetap kritis, etis, dan bertanggung jawab. Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong kolaborasi internasional yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan bahwa PkM Internasional tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan perspektif pendidikan Indonesia dan internasional.

“Kolaborasi dengan University of Northern Philippines memberikan pengalaman yang berharga bagi guru dan siswa untuk melihat praktik pemanfaatan teknologi pendidikan dari perspektif global. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga transformasi digital di sekolah tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Teknokrat berharap pemanfaatan AI dan teknologi digital di lingkungan pendidikan dapat berkembang secara inovatif, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama akademik internasional antara Indonesia dan Filipina. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *