Bandarlampung, Warta9.com – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kampus terbaik di Lampung menorehkan prestasi nasional berada di peringkat 4 besar perguruan tinggi penyumbang produk inovasi terbanyak yang lolos kurasi Pameran Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Bahkan dalam inovasi, Universitas Teknokrat lebih unggul dari beberapa perguruan negeri top di Indonesia.
Berdasarkan data Panitia KSTI Kemendiktidaintek, berdasarkan jumlah produk inovasi yang diundang, 10 Besar Perguruan Tinggi KSTI 2026, Universutas Teknokrat Indonesia pimpinan Prof. Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, berada di peringkat 4, dengan data sebagai berikut;
1. Peringkat 1, diraih oleh Universitas Andalas dengan 58 produk inovasi.
2. Peringkat 2 diraih oleh Universitas Airlangga dengan 23 produk inovasi.
3. Peringkat 3 diraih oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan 22 produk inovasi.
4. Peringkat 4 diraih oleh Universitas Teknokrat Indonesia dengan 21 produk inovasi.
5. Peringkat 5 diraih oleh Institut Pertanian Bogor dengan 21 produk inovasi.
6. Peringkat 6 diraih oleh Universitas Brawijaya dengan 13 produk inovasi.
7. Peringkat 6 juga diraih oleh Universitas Padjadjaran dengan 13 produk inovasi.
8. Peringkat 8 diraih oleh Universitas Indonesia dengan 12 produk inovasi.
9. Peringkat 9 diraih oleh Institut Teknologi Bandung dengan 10 produk inovasi.
10. Peringkat 10 diraih oleh Universitas Bina Nusantara dengan 9 produk inovasi.
10. Peringkat 10 juga diraih oleh Universitas Gadjah Mada dengan 9 produk inovasi.
Sebanyak 21 produk inovasi karya dosen dan mahasiswa UTI dinyatakan lolos seleksi ketat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan akan tampil di panggung inovasi terbesar Indonesia pada 10–13 November 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Capaian tersebut melampaui batas usulan yang ditetapkan Kemdiktisaintek, yakni maksimal dua produk unggulan per bidang. Lolosnya 21 produk sekaligus menegaskan kesiapan teknologi (TKT) tinggi, kolaborasi industri, dan kesiapan komersialisasi riset Universitas Teknokrat Indonesia.
KSTI merupakan forum nasional strategis inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang mempertemukan inventor, inovator, dan investor. Tahun 2026, rangkaian KSTI diawali Sarasehan Kebangsaan di JICC Jakarta pada 26-28 Juni 2026 dengan tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” dan berpuncak di ITS Surabaya dengan agenda pameran dan demo produk, CEO Forum, business matching, hingga peluncuran produk.
Lintas Bidang, Berbasis Dampak
Jika dipetakan, 21 produk UTI tersebut tersebar di empat klaster prioritas nasional:
1. Pangan, Peternakan, dan Lingkungan: Digital Smart Collar dan RFID Monitoring Pertumbuhan Sapi, Agrobot Feed, Alat Kompster Cerdas V2 (Dr. Dedi Darwis), Smart Food Waste Berbasis AI (Rohmat Indra Borman), dan Tekno Plasting (Lilik Ariyanto).
2. Energi Terbarukan dan Mobilitas Hijau: Mobil Listrik Tenaga Surya, Skuter Listrik, PLTB Archimedes 3 Sudu, Pohon Energi Hibrida Surya-Angin, Robot Mobil Pemotong Rumput Tenaga Surya, dan Sepeda Statis (Elka Pranita).
3. Kecerdasan Artifisial dan Transformasi Digital: CekInfo dan Desa Kita AI (Ridwan Mahenra), SIG-PELAS (Erliyan Redy Susanto dan Dimas Fitri Prasetyo), V-Commerce 2.0 (Ryan Randy Suryono), dan Produksi Video Musikalisasi Puisi Aksara Pegon Berbasis AI Generatif (Faruk Ulum).
4. Pariwisata Cerdas dan Edukasi Imersif: AI Instruktur Berbasis Roblox, Edufarm Berbasis Roblox, Metatourism Way Kambas (Yuri Rahmanto dan Qadhli Jafar Adrian), BeachFinder (Nirwana Hendrastuty, Damayanti dkk), dan MutunTrip (Auliya Rahman Isnain).
Lompatan dari 2025
Keikutsertaan ini menjadi yang kedua kalinya bagi UTI. Pada KSTI 2025 di ITB Bandung, UTI tampil dengan satu produk andalan Digital Smart Composter karya Deka Ramadani dan Fadhlurohman Mergo Penateh di bawah bimbingan Dr. Dedi Darwis yang mendapat apresiasi Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria.
Dalam setahun, UTI melompat dari 1 produk menjadi 21 produk, sekaligus mengantarkan kampus swasta asal Lampung ini masuk 5 besar nasional.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Prof. Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA., mengapresiasi capaian tersebut. “Sejak awal kami menempatkan riset dan teknologi sebagai jantung pengembangan Universitas Teknokrat Indonesia. Lolosnya 21 produk ke KSTI 2026 dan masuk 5 besar penyumbang inovasi terbanyak secara nasional menegaskan bahwa riset di Teknokrat tidak boleh berhenti di rak perpustakaan, ia harus berdampak bagi peternak, petani, nelayan, dan masyarakat luas,” tutur Prof. Nasrullah.
“Kami akan terus mendukung mulai dari pendanaan riset, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pendampingan hilirisasi. Kami ingin karya Teknokrat dikenal dan dimanfaatkan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Melalui KSTI 2026, UTI membuka peluang kolaborasi, investasi, dan hilirisasi produk bersama mitra industri dan pemerintah. (W9-jm)
*





