Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Di Lampura, 60 Menit Bahan Pokok Habis Terjual

Kotabumi, Warta9.com Ratusan warga memadati Taman Olah Seni (TOS) Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (25/2/2026).

Sejak pagi, antrean sudah terlihat, tak butuh waktu lama, kurang dari satu jam, seluruh bahan pokok yang dijual dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) habis diborong masyarakat.

Bacaan Lainnya

Tingginya antusiasme warga menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menghadirkan GPM sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah potensi lonjakan harga.

Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga pangan, serta memperkuat ketahanan pangan,” ujar Romli di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, menjelang Ramadan dan Lebaran, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Utara, Muzarin Daud, menjelaskan bahwa GPM kali ini didukung oleh Bulog, Tama Jaya sebagai pemasok telur ayam, Bunga Mayang, serta Tim Penggerak PKK.

Berbagai komoditas disediakan dalam jumlah besar, di antaranya 3,5 ton beras SPHP, 1.200 liter minyak goreng, 2,3 ton gula pasir, 200 kilogram telur ayam ras, 300 tabung LPG 3 kilogram, serta cabai dan bawang.

Berikut perbandingan harga GPM dengan harga Pasar :

Beras: Rp57.000 (pasar Rp60.000)
Minyak goreng: Rp15.000 (pasar Rp16.000)
Gula: Rp16.000 (pasar Rp18.000)
Cabai merah keriting: Rp25.000 (pasar Rp42.000)
Cabai rawit hijau: Rp33.000 (pasar Rp60.000)
Bawang putih: Rp33.000 (pasar Rp39.000)
Bawang merah: Rp36.000 (pasar Rp43.000)
LPG 3 kg: Rp20.000 (pasar Rp23.000).
“Gerakan Pangan Murah ini terbukti membantu masyarakat karena harga lebih rendah dari pasar. Kami melibatkan Bulog dan produsen langsung sehingga harga bisa ditekan,” jelas Muzarin.

Di tengah keramaian dan antrean yang padat, warga tetap tampak antusias. Rosidar, warga Kelurahan Tanjung Aman, mengaku rela berdesakan demi mendapatkan bahan pokok murah.

“Sangat membantu sekali. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan, apalagi menjelang puasa dan Lebaran,” ujarnya.

Melihat tingginya animo masyarakat, Gerakan Pangan Murah bukan hanya menjadi ajang belanja hemat, tetapi juga bukti nyata bahwa intervensi pemerintah daerah sangat diperlukan dalam menjaga stabilitas harga dan memberi rasa aman bagi masyarakat menjelang hari besar keagamaan. (Rozi)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *