LAMPUNG TENGAH — Nasib pilu dialami Ibu Meli, seorang penjual kue kecil asal Pringsewu, Lampung, yang hingga kini belum dapat meninggalkan rumah sakit akibat tagihan medis yang belum terselesaikan.
Pasca mengalami kecelakaan tragis, kondisi fisik Ibu Meli berangsur membaik. Namun, ia masih tertahan di RS Yukum Medical Center (YMC) karena total biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp100 juta. Dari jumlah tersebut, masih tersisa sekitar Rp80 juta yang belum terbayarkan.
Dalam keterangannya, Ibu Meli menyampaikan harapan sederhana untuk bisa kembali ke kehidupan normalnya. “Saya hanya ingin pulang dan berjualan kue lagi, tapi pintu rumah sakit terasa begitu tinggi untuk saya lewati,” ujarnya.
Sebagai tulang punggung keluarga dengan penghasilan dari berjualan kue, beban tersebut menjadi sangat berat. Bantuan dari Jasa Raharja diketahui telah digunakan secara maksimal, namun hanya mampu menutupi sebagian kecil biaya pengobatan.
Upaya untuk mendapatkan bantuan melalui program BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) juga mengalami kendala. Permohonan yang diajukan ditolak karena terbentur aturan administratif dan keterbatasan waktu pengurusan saat kondisi darurat, sehingga status pasien berubah menjadi pasien umum.
Pihak keluarga dan relawan menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menyampaikan surat terbuka kepada pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Namun, proses birokrasi dinilai membutuhkan waktu, sementara kondisi Ibu Meli membutuhkan solusi segera.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat diajak untuk turut membantu melalui gerakan donasi guna meringankan beban biaya pengobatan yang tersisa. Dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk pelunasan tagihan rumah sakit serta biaya kontrol pasca-perawatan.
Informasi Donasi:
SeaBank: 901322172055 (a.n. Andika Fernando Putra)
DANA: 085955375032
Gerakan ini diharapkan dapat menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan, agar Ibu Meli dapat segera pulang dan kembali menjalani aktivitasnya sebagai penjual kue. (***)

*





