
Pringsewu, Warta9.com – Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional.
Berdasarkan data terbaru pendanaan Penelitian Fundamental – Reguler (PFR) Tahun 2026 di lingkungan LLDikti Wilayah II, IBN berhasil masuk dalam jajaran tiga besar perguruan tinggi dengan jumlah penerima pendanaan terbanyak, bersanding dengan universitas-universitas unggulan lainnya.
Dalam daftar yang di rilis pada 22 April 2026 (Klik Link), IBN menempati peringkat ke-3 dengan total 5 proposal penelitian yang berhasil didanai, sejajar dengan beberapa perguruan tinggi lainnya, dan hanya berada di bawah Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang serta Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang masing-masing memperoleh 6 pendanaan.
Rektor Institut Bakti Nusantara, Dr. H. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA., CMA, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini merupakan bukti nyata komitmen dosen IBN dalam meningkatkan kualitas riset yang inovatif dan berdampak. Kami terus mendorong budaya penelitian yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, capaian ini juga memperkuat posisi IBN sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang riset dan inovasi.
Pendanaan PFR sendiri merupakan skema kompetitif yang menekankan pada kualitas proposal, kebaruan penelitian, serta kontribusi ilmiah yang dihasilkan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Didi Susianto, M.Kom, menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari strategi peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan metodologi penelitian, pendampingan penyusunan proposal, serta penguatan roadmap riset institusi. “Kami telah menyiapkan ekosistem riset yang terstruktur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga publikasi ilmiah bereputasi. Ini menjadi kunci keberhasilan IBN dalam kompetisi nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan FTIKOM IBN, Muhamad Muslihudin, M.T.I, menegaskan bahwa capaian ini akan menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas luaran penelitian, seperti publikasi pada jurnal bereputasi (SINTA dan Scopus), serta perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Kami optimis capaian ini akan berdampak langsung pada peningkatan akreditasi program studi dan institusi, sekaligus memperkuat implementasi Tridarma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Institut Bakti Nusantara semakin menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam bidang riset dan inovasi di wilayah Sumatera, serta siap berkontribusi dalam pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. (W9-jm)

*





