Wabup Tubaba Tegaskan Komitmen Wujudkan Sekolah Bebas Kekerasan dan Perundungan

TUBABA — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah saat menjadi Pembina Upacara dalam kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah di SMP Negeri 9 Tubaba, Kamis (9/7/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam amanatnya, Nadirsyah mengatakan anak-anak merupakan aset sekaligus generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Tubaba. Oleh karena itu, perlindungan terhadap anak tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Anak-anak adalah aset terpenting dan masa depan Kabupaten Tubaba. Karena itu, mereka harus tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut,” kata Nadirsyah, dilansir RMOLLAMPUNG.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menutup mata terhadap berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, tindakan perundungan sekecil apa pun tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu rasa aman serta memengaruhi perkembangan anak.

“Tidak boleh ada pembiaran terhadap aksi perundungan, sekecil apa pun itu. Sekolah harus menjadi lingkungan yang ramah anak dan menghentikan segala bentuk bullying maupun kekerasan,” tegasnya.

Nadirsyah menekankan, upaya mencegah kekerasan terhadap anak membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, sekolah, orang tua, aparat penegak hukum, hingga masyarakat harus memiliki kepedulian dan komitmen yang sama dalam melindungi anak.

Dalam konteks tersebut, program Forkopimda Masuk Sekolah dinilai menjadi salah satu wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar.

Edukasi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga mencakup aspek keamanan, kedisiplinan, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang mampu memberikan perlindungan kepada anak.

Nadirsyah berharap kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Pesan dan edukasi yang disampaikan kepada para pelajar diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Mari kita jadikan momentum kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah ini sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Tubaba yang Zero Violence atau nihil kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua I TP-PKK Tubaba, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Protokol, serta Camat Tulang Bawang Tengah.

Kehadiran jajaran Forkopimda bersama perangkat daerah di lingkungan sekolah diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ruang pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, serta terbebas dari kekerasan dan perundungan. (***)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *