
Bandarlampung, Warta9.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Muhammad Ariesman Akbar, SH, melakukan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK), di Kelurahan Nusantara Permai Kecamatan Sukabumi, Jumat (6/2/2026).
Akbar menyampaikan, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui pendidikan.
Wajib Belajar 9 tahun adalah wujud nyata pengamalan Pancasila, khususnya, sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
Sila Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena pendidikan adalah jalan utama untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan.
Menurut Akbar, pendidikan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, orang tua, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus Bangsa. Penerus pembangunan Kota Bandarlampung dan masa depan Indonesia. Jika mereka tidak mendapatkan pendidikan yang cukup, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan bangsa,” ujar Akbar.
Sebagai Anggota DPRD Kota Bandarlampung, ia berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan dan anggaran yang berpihak pada dunia pendidikan, agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi, jarak, maupun kurangnya kesadaran.
Melalui kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila, Akbar mengajak peserta menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini melalui pendidikan.
“Mari kita dorong anak-anak kita untuk menyelesaikan pendidikan minimal sampai jenjang SMP,” tandas Akbar.
Dalam kesempatan ini, Akbar juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung proses belajar.
Dalam kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila di Kelurahan Nusantara Permai, Akbar menghadirkan dua nara sumber yaitu, H. Benny HN Mansyur, SH, Ketua DPW Persadin Provinsi Lampung dan Ali Wardana, S.IP, Pemerhati masalah Sosial Kemasyarakatan Kota Bandarlampung.
Ali Wardana menyoroti pentingnya pendidikan moral bagi generasi muda. Ia tidak membahas secara detail tentang sejarah lahirnya Pancasila.
Ali Wardana juga menyinggung soal media sosial. Keberadaan media sosial jangan sampai menimbulkan masalah hukum bagi kita. Jangan mudah terprovokasi, karena kecerobohan dalam menelan informasi bisa berdampak hukum.
Karena itu, jangan mudah terprovokasi media sosial. “Jadikanlah medsos sebagai peluang untuk mencari informasi yang positif dan peluang mencari uang. Jangan sampai, medsos menjadi petaka bagi kita,” ujar Ali Wardana.
Sedangkan pembicara kedua Benny HN Mansyur mengupas masalah nilai-nilai sila dalam Pancasila. Peserta IPWK juga diberi pemahaman tentang arti dan makna yang ada di lambang Burung Garuda.
Jumlah bulu yang ada pada Garuda Pancasila terkait dengan kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia, di antaranya:
Bulu pada sayap kanan dan kiri, masing-masing berjumlah 17 helai (menunjukkan tanggal 17).
Bulu ekor berjumlah delapan helai (menunjukkan bulan 8 atau Agustus).
Di bawah kalung perisai yang menghubungkan dengan ekor terdapat bulu berjumlah 19 dan bulu pada leher berjumlah 45 (menunjukkan angka tahun 1945).
Benny juga mengupas nilai-nilai sila dalam Pancasila. Ia mengupas nilai Pancasila mulai dari sila pertama sampai sila kelima. Yang terpenting dalam pengamalan nilai-nilai Pancasilan dimulai dalam lingkungan keluarga. (W9-jm)

*





