Mesuji, Warta9.com – Pagi di SDN 10 Way Serdang, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, tak sekadar diawali bel masuk kelas. Sejak pukul 06.45 WIB, derap langkah siswa disambut hangat jabat tangan dan senyum para guru di gerbang sekolah. Tradisi bersalaman pagi ini jadi cara sekolah menanamkan adab dan rasa hormat sejak matahari terbit.
Kepala SDN 10 Way Serdang, Agus Supriyadi, S.Pd, menyebut kegiatan ini bagian dari pembiasaan karakter. “Kami ingin anak-anak belajar menghargai orang lain. Dari salaman, ada doa, ada keberkahan. Guru mendoakan murid, murid mendoakan guru.”
“Usai bersalaman, siswa tak langsung masuk kelas. Mereka diarahkan ke mushola sekolah untuk melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah. Adab sebelum ilmu. Itu yang ditanamkan SDN 10 Way Serdang,” ujar Agus Supriyadi. Kamis, (23/04/2026).
Setiap pagi, sebelum buka buku, siswa dan guru meluruskan shaf di mushola. Sholat Dhuha berjamaah. Dipimpin langsung Kepala Sekolah Agus Supriyadi, “Kalau hatinya sudah nyambung sama Allah sejak pagi, insyaAllah ilmunya berkah.”
Siang hari, mereka kembali rapatkan shaf untuk Sholat Zuhur berjamaah. Nggak ada yang paling pintar, nggak ada yang paling senior. Di hadapan Allah, semua sama. Ini ikhtiar SDN 10 Way Serdang: mencetak generasi yang nggak cuma cerdas, tapi juga punya pondasi iman yang kuat.
Tak berhenti di ibadah, program literasi religi juga berjalan. Setiap pagi, 15 menit sebelum belajar, siswa diajak membaca Al-Qur’an dan Iqro bersama wali kelas. Bagi yang belum lancar mengaji, guru pendamping membimbing Iqro dari dasar.
Di Pojok Baca Kelas, siswa kecil-kecil ini sudah akrab dengan huruf hijaiyah. Peci miring, pensil di tangan, mata fokus ke halaman. Satu-satu huruf dieja pelan.
Ini bukan sekadar baca. Ini ikhtiar seorang anak perempuan kecil di Way Serdang buat kenal huruf-huruf yang turun dari langit. Jilbab putih, penunjuk merah muda di tangan, mata nggak lepas dari halaman Iqro.
Temannya di sebelah menyimak, mulut ikut melafalkan pelan. Nggak ada gadget, nggak ada distraksi. Cuma mereka, guru, dan kalam Allah.
Target kami bukan cuma juara kelas. Tapi juga juara di hadapan Allah. Makanya Qur’an kami dahulukan.
“Kalau hatinya sudah adem karena ngaji dan salat Dhuha, otaknya lebih siap nerima pelajaran. Adabnya ke guru juga lebih terjaga,” kata Agus Supriyadi.
Dengan pembiasaan salaman pagi, Sholat Dhuha-Zuhur berjamaah, dan literasi Al-Qur’an, SDN 10 Way Serdang membuktikan bahwa sekolah dasar bisa jadi tempat menyemai adab sebelum ilmu. Sebab seperti kata pepatah: ilmu tanpa adab, ibarat api tanpa kayu bakar.
Dari salaman, sholat, sampai ngaji. SDN 10 Way Serdang ngajarin: ilmu yang berkah itu yang diawali dengan adab dan ibadah.
Orang tua siswa pun menyambut positif. Selain nilai akademik, mereka merasa anaknya dapat pendidikan karakter yang kuat dari sekolah, ungkap Agus Supriyadi dengan nada haru. (W9-san)

*





