Buka Puasa Bersama, Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Sampaikan Pesan Tiga Amalan Utama

Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Dewi Sukmasari, menyampaikan sambutan dalam acara buka puasa bersama. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.comUniversitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus terbaik di Lampung, menggelar acara buka bersama dan peringatan Nuzulul Qur’an, di Masjid Asmaul Yusuf kampus setempat, Jumat (6/3/2026).

Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Dewi Sukmasari, SE., MSA, CA, Ak, kehadiran kita dalam kegiatan buka puasa dan peringatan Nuzulul Qur’an, yang dihadiri oleh pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini, S.S, MPd.

Bacaan Lainnya

Dewi Sukmasari menyampaikan pesan ada tiga amal utama menurut Hadits Nabi dimana amal seorang akan selalu mengalir terus menerus walaupunvsudah meninggal yaitu; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh dan shalehah yang mendoakan orang tuanya.

Terkait sedekah jariyah insya Allah semua dari kita di sini keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia selalu mengambil bagian. Setiap tahun di bulan Ramadhan itu pasti kita sisihkan rejeki kita berupa zakat, infak, dan sodakoh. Kepada keluarga inti kita keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia.

Lalu kepada tetangga-tetangga kita, masyarakat sekitar tempat kita bekerja sehari-hari di Universitas Teknokrat Indonesia ini. Lingkungan sekitarnya juga kita senantiasa kita berikan sedekah.

Lalu UTI dalam setiap bulan Ramadhan menyalurkan zakat, infaq dsn sadaqah kepada panti asuhan anak yatim dan fakir miskin yang mungkin bukan berada di lingkungan sekitar Universitas Teknokrat Indonesia. “Bapak ibu sudah mengambil bagian semua. Insya Allah dari hal itu termasuk mahasiswa. Kenapa? Karena membayar SPP-nya. Jadi memang insya Allah kita senantiasa menyisihkannya. Jadi apa yang kita dapatkan, apa yang kita nikmati, apa yang kita rasakan ini insya Allah bersih. Apalagi di bulan Ramadhan ditambah dengan doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT,” ujar Dewi.

Lalu kedua yaitu ilmu yang bermanfaat. Itu juga mungkin tidak perlu dikhawatirkan. Karena baik sebagai dosen, baik sebagai mahasiswa, sebagai tenaga pendidik, sebagai cleaning service sebenarnya sudah melaksanakan ilmu ini. Menerima dan membagikan ilmu yang bermanfaat. Kalau dosen jelas, sudah sekolah-sekolah lagi dan sekolah lagi. Jadi dari S1, S2 dan S3 sebagian besar dibiayai oleh Yayasan Pendidikan Teknokrat. Ilmu yang diterima ini di-share, dibagikan baik dalam acara formal yaitu di dalam kelas maupun di luar kelas. Menciptakan mahasiswa-mahasiswa sang juara.

“Jadi, memang saya pikir kita ini sebenarnya sangat-sangat beruntung. Saya sebagai Ketua Yayasan yang selalu dibina oleh Ibu Pembina Yayasan dan Pendiri Yayasan, memang meletakkan batu-batu pertamanya dengan nilai-nilai value-value yang luar biasa.
Alhamdulillah sampai sekarang masih mengalir ke dalam darah kita dan kegiatan kita seharihari. Ilmu yang bermanfaat ini Bapak-Ibu menurut saya adalah seperti air yang kita teteskan ke dalam air juga. Jadi dia akan membuat gelombang getaran di air yang lebih besar. Jadi walaupun kita ilmunya cuma sedikit tapi kalau kita tetesin itu akan membuat air yang di bawahnya itu bergerak. Dan itu akan sampai ke orang lain lagi dan orang lain lagi. Oleh karena itu memang ilmu yang kita timba ini semoga bisa kita sampaikan dengan lebih sederhana dan mudah untuk dipraktekkan,” jelas Dewi.

Lalu yang terakhir adalah anak yang mendoakan orangtunya. Dalam hal ini memang kita harus seimbang, mungkin yang belum punya anak masih to be continued yang ini. Tapi yang sudah itu lebih harus menjaga keseimbangan antara bekerja dan juga keluarga di rumah. Harus bisa berkomunikasi supaya walaupun kita aktif di kampus Tenokrat, di rumah juga tetap terjaga dengan baik. Itu yang memang menjadi challenge.

Buat mahasiswa bagaimana hubungannya dengan orang tua, mungkin seperti itu, masih belum punya anak jadi masih punya orang tua dan mungkin kakak-kakak di rumah.

Oleh karena itu, Dewi menyampaikan Yayasan Pendidikan Teknokrat berharap Universitas Teknokrat Indonesia melalui manajemen-manajemen yang bekerja keras untuk mendapatkan akreditasi, yang terakhir akreditasi internasional AQUIN yang untuk FSIP dengan FEB, sebelumnya juga sudah duluan FTIK.

Jaga Standar UTI
Dalam kesempatan ini, Dewi Sukmasari meminta dosen dan seluruh sivitas akademika untuk menjaga standar Universitas Teknokrat menjadi kampus berstandar internasional.

“Ini adalah untuk menaikkan standar kita untuk standar internasional. Oleh karena itu bukan hanya untuk mahasiswa tetapi untuk dosennya dan juga untuk masyarakat juga. Memang tidak mudah, saya rasa ini sangat challenging, orang lain tidak berpikir ke sana. Tapi ketika saya melalui prosesnya kemarin, kita sangat-sangat menjaga mutu tersebut. Oleh karena itu, memang standar teknokrat itu lebih tinggi dibandingkan standar di luar. Jadi standar ini memang harus tetap dijaga, tetap ditingkatkan bagaimana menaikkan standar input yang tadinya tidak terlalu tinggi menjadi standar internasional.

Semuanya insya Allah akan bersama-sama bertumbuh dengan baik, bersama-sama dengan
sinergis. “Harapan saya terakhir adalah semoga dengan buka puasa bersama ini silaturahmi kita, ukhuwah Islamiyah kita semakin terjalin, hati-hati kita mendapatkan hidayah untuk semakin erat antara satu sama lain dan juga kedekatan fisik dan emosional kita juga terjaga. Kalau kedekatan spiritual itu senantiasa berproses, setiap orang beda-beda,” ujar Dewi. (W9-jm)

 

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *