TULANG BAWANG BARAT – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menegaskan pentingnya membangun kedaulatan digital sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai risiko di ruang digital.
Peringatan Harkitnas digelar melalui upacara yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Pemkab Tubaba, Kamis (9/7/2026). Upacara dipindahkan ke dalam ruangan karena hujan gerimis, namun rangkaian kegiatan tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme.
Sekretaris Daerah Tubaba, Iwan Mursalin, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Jika kebangkitan pada 1908 ditandai dengan lahirnya kesadaran intelektual melalui Budi Utomo, maka tantangan pada era saat ini salah satunya adalah menjaga kedaulatan informasi dan menciptakan ruang digital yang aman.
Salah satu bentuk kehadiran negara dalam melindungi generasi muda adalah melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, yang mengatur perlindungan anak dalam penggunaan platform digital berisiko.
“Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak-anak kita, sebagai tunas bangsa, mendapatkan akses dunia digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” ujar Iwan saat membacakan amanat tersebut.
Selain isu transformasi dan keamanan digital, peringatan Harkitnas ke-118 juga menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah terus mendorong berbagai program strategis yang sejalan dengan delapan misi besar atau Asta Cita, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, serta kemandirian ekonomi.
Di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas SDM, salah satu program yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik serta pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, khususnya di wilayah afirmasi.
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah mendorong pemerataan layanan melalui program cek kesehatan gratis agar masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara lebih luas.
Pada sektor ekonomi, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga menjadi bagian dari strategi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Koperasi tersebut diharapkan dapat berperan dalam penyediaan permodalan, logistik, sembako, hingga obat-obatan dengan harga yang terjangkau.
Di akhir upacara, Sekda Tubaba mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, akademisi, hingga generasi muda di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai, untuk menjadikan Harkitnas sebagai momentum memperkuat persatuan dan menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ia juga mendorong peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan literasi digital. Ayo bangkit lebih kuat!” pungkas Iwan Mursalin.
Peringatan Harkitnas ke-118 di Tubaba diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan. (***)
*




