
Bandarlampung, Warta9.com – Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat, Hj. Dewi Sukmasari, SE., MSA., CA., Ak., menyampaikan pesan mendalam tentang esensi kepemimpinan.
Pesan Dewi Sukmasari disampaikan dalam acara Halal Bihalal keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf, Rabu (25/3/2026).
Di hadapan Rektor Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA., Pembina Yayasan Ibu Hj. Hernaini, S.S., M.Pd., serta jajaran manajemen dan dosen, Dewi menegaskan bahwa setiap individu di lingkungan Universitas Teknokrat adalah seorang pemimpin yang memikul tanggungjawab sebagai suri tauladan.
“Kepemimpinan harus kita tanamkan dalam hati dan diri kita. Universitas Teknokrat telah menjadi sang juara di level ASEAN hingga internasional, maka setiap langkah kita kini menjadi contoh bagi dunia luar,” ujarnya.
Dewi mengingatkan bahwa mempertahankan reputasi global bukanlah perkara mudah. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk lebih berhati-hati dalam melangkah dengan menyeimbangkan rasio (akal) dan kasih sayang (hati).
“Kita harus senantiasa melatih diri untuk menimba ilmu sekaligus melatih hati untuk menyebarkan kasih sayang. Manajemen menjadi teladan bagi dosen, dosen menjadi uswah bagi mahasiswa, dan tenaga kependidikan menjadi contoh bagi juniornya. Inilah standar kebaikan yang telah diajarkan oleh Bapak Nasrullah dan Ibu Hernaini yang harus kita lanjutkan secara konsisten,” tambahnya.
Menarik kaitan dengan aspek global, pesan Ketua Yayasan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan tata kelola institusi yang berintegritas.
Selain itu, penekanan pada pengembangan diri pasca-Ramadan mendukung Goal 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana karakter pemimpin yang transformatif menjadi kunci keberlanjutan pendidikan.
Dewi menekankan bahwa meski visi tertulis dalam akreditasi bisa berubah mengikuti zaman, visi hakiki Teknokrat adalah “Hadir Sepanjang Masa”.
Ketua Yayasan mengajak semua pihak untuk membuang keraguan dan terus menularkan energi positif (positive vibes) kepada masyarakat luas. “Mari kita pelihara hidayah dan pribadi baru yang kita dapatkan selama Ramadan. Mari bekerja sama dengan rasa kasih sayang menuju satu tujuan: menjadikan Teknokrat selalu yang terbaik dan memberikan dampak bagi dunia,” tuturnya.
Acara diakhiri dengan permohonan maaf lahir dan batin dari pihak yayasan atas segala kekurangan dalam interaksi sehari-hari, sekaligus menandai dimulainya kembali aktivitas kampus dengan semangat baru pasca-Idulf Fitri. (W9-jm)

*





