Kinerja Tubaba Diuji Tim PKPD Lampung, Sekda Ungkap Deretan Capaian Pembangunan

TULANG BAWANG BARAT – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat memaparkan sejumlah capaian pembangunan dalam agenda Verifikasi Faktual Penghargaan Kinerja Pembangunan Daerah (PKPD) Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tubaba, Kamis (9/7/2026), dipimpin langsung Sekretaris Daerah Tubaba, Iwan Mursalin. Dalam forum tersebut, tim penilai dari Provinsi Lampung melakukan verifikasi terhadap kesesuaian antara dokumen perencanaan pemerintah daerah dengan realisasi program di lapangan.

Bacaan Lainnya

Verifikasi dihadiri Wakil Ketua I DPRD Tubaba, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ketua Baznas, Ketua Bolo Ngarit, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah.

Ketua tim penilai yang juga Kepala UPTD Pusdatin Bangda Bappeda Provinsi Lampung, Yasir Wijaya, menjelaskan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja pembangunan daerah sebagaimana amanat PP Nomor 12 Tahun 2017.

Menurutnya, pengukuran kinerja pemerintah daerah ke depan akan semakin diarahkan pada sejumlah indikator utama, termasuk pengurangan kemiskinan dan stunting, penurunan pengangguran, pertumbuhan ekonomi serta kemampuan daerah menciptakan sumber pembiayaan alternatif di tengah keterbatasan fiskal.

Yasir mengatakan, capaian pembangunan Provinsi Lampung merupakan hasil kerja bersama seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, tim penilai ingin melihat perkembangan kinerja Tubaba dari tahun 2024 ke 2025 sekaligus mengukur dukungannya terhadap tujuh program unggulan Provinsi Lampung.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Iwan Mursalin memaparkan berbagai program unggulan dan capaian makro yang telah dijalankan Pemkab Tubaba.

Salah satunya adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah tidak hanya menjalankan distribusi makanan, tetapi juga membentuk Satgas MBG melalui SK Bupati serta mengoperasikan 42 dapur di sembilan kecamatan dengan kelengkapan perizinan dan standar higienitas.

Pada 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau 102.018 penerima manfaat yang mencakup siswa, balita, ibu hamil hingga anak putus sekolah.

Program MBG juga dikembangkan dengan pendekatan ekonomi lokal dan pengelolaan lingkungan. Pemkab melibatkan 55 bank sampah aktif untuk mengolah limbah organik dapur menjadi pupuk.

Di sisi lain, kebutuhan daging kambing untuk program tersebut turut diserap dari peternak lokal melalui program Bolo Ngarit. Dalam enam bulan terakhir, sebanyak empat ton daging kambing telah terserap dengan nilai transaksi mencapai Rp560 juta yang berputar langsung di tingkat peternak.

Penguatan ekonomi masyarakat juga ditopang 100 unit Badan Usaha Milik Tiyuh (Bumti) serta target pembentukan 78 Koperasi Desa Merah Putih.

Pada sektor pertanian, Tubaba mencatat peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 60,31 persen dan menjadi peringkat pertama di Provinsi Lampung dalam indikator tersebut.

Luas tanam padi meningkat dari 18.523 hektare pada 2024 menjadi 19.885 hektare pada 2025. Peningkatan itu didorong antara lain melalui optimalisasi lahan nonrawa dan pengembangan padi gogo.

Iwan menyebut produksi pangan Tubaba saat ini berada dalam kondisi surplus. Surplus beras tercatat mencapai 16.837.275 kilogram per tahun atau sekitar 55,25 kilogram per jiwa per tahun. Sementara cadangan beras di Bulog per Juni 2026 disebut mencapai 22.225 ton.

Sektor peternakan juga menunjukkan pertumbuhan. Populasi kambing di Tubaba telah mencapai 186.297 ekor pada 2026. Produksi tersebut turut memasok kebutuhan pasar di Jabodetabek dan Sumatera dengan pengiriman sekitar 5.000 ekor setiap bulan.

Pengembangan peternakan masyarakat diperkuat melalui program Tubaba Q Berdaya, termasuk penyaluran KUR Super Mikro sebesar Rp8,32 miliar kepada 363 peternak rakyat.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, pemerintah daerah menjalankan berbagai langkah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui gerakan menanam cabai di pekarangan serta operasi pasar murah.

Sementara di bidang pendidikan, program Tubaba Q Cerdas mencatat revitalisasi 34 sekolah sepanjang 2025. Pemerintah daerah juga menerapkan Kelas Khusus Olahraga di 16 SMP dan memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa kedinasan serta bantuan pendidikan Baznas bagi 321 siswa kurang mampu.

Pada sektor infrastruktur, Pemkab Tubaba menyebut kondisi jalan mantap telah mencapai 40,16 persen dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 596,29 kilometer.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, jumlah paket pembangunan jalan meningkat dari 15 paket pada 2024 menjadi 24 paket pada 2025. Pemkab juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui kemitraan dan gotong royong untuk mendukung perbaikan jalan produksi di tingkat desa.

Capaian lain yang dipaparkan adalah penguatan layanan kesehatan melalui program Tubaba Q Sehat. Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah fasilitas hemodialisis di RSUD Tubaba.

Rumah sakit tersebut kini memiliki 10 mesin hemodialisis dan didukung 12 tenaga medis spesialis. Hingga Juni 2026, layanan tersebut telah menangani 177 tindakan cuci darah bagi pasien BPJS.

Menurut Iwan, keberadaan fasilitas tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat karena pasien tidak lagi harus menempuh perjalanan ke luar daerah untuk memperoleh layanan cuci darah. Pengembangan layanan tersebut juga turut mendorong peningkatan status RSUD Tubaba dari tipe D menjadi tipe C.

Pemkab Tubaba berharap rangkaian capaian yang diverifikasi tim PKPD dapat menunjukkan konsistensi pembangunan daerah sekaligus memperkuat posisi Tubaba dalam penilaian kinerja pembangunan tingkat Provinsi Lampung.

Pemerintah daerah juga menargetkan integrasi berbagai program berbasis potensi lokal tersebut mampu terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi modal untuk meraih prestasi terbaik dalam PKPD Provinsi Lampung 2026. (***)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *