Mahathir Muhammad: Duta Teknokrat Ciptakan Karakter

Para pemenang Grdnd Duta Teknokrat foto dengan Wakil Rektor Mahathir Muhammad. (foto : ist)

Bandatlampung, Warta9.com – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kampus terbaik di Lampung, kembali menyelenggarakan Grand Final Duta Teknokrat 2026 dengan mengusung tema “Progressive Patriots”.

Edisi ke-26 Duta Teknokrat sejak pertama kali digelar pada tahun 2000, terus menjadi wadah pengembangan karakter, intelektualitas, kreativitas, dan potensi mahasiswa untuk melahirkan generasi muda yang berintegritas serta memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Bacaan Lainnya

Rangkaian pemilihan Duta Teknokrat 2026 diikuti oleh 150 peserta yang mengikuti tahap audisi. Setelah melalui serangkaian proses seleksi dan pembinaan, sebanyak 36 finalis atau 18 pasang Grand Finalist berhasil melaju ke malam puncak untuk memperebutkan gelar Duta Teknokrat 2026.

Acara Grand Finale secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., didampingi oleh Irsan Murhan, S.Sos., M.IP., Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

Wakil Rektor Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM, mengatakan, esensi dari Duta Universitas Teknokrat Indonesia bukanlah sekadar menampilkan kemewahan, kecantikan, dan ketampanan. Tetapi, poin penting dari Duta Teknokrat Indonesia adalah menciptakan karakter.

Saat ini, tantangan kita bukan hanya berkompetisi antar pelajar, tetapi kita juga harus berkompetisi dengan kecerdasan buatan, dengan robot. Inilah tantangan masa depan kita. Kita tidak hanya bersaing antara manusia dengan manusia, tetapi juga antara manusia dengan mesin, manusia dengan Artificial Intelligence dan robot. Dan ini sedang terjadi sekarang.

Banyak pekerjaan, beberapa pekerjaan, akan digantikan oleh mesin, akan digantikan oleh robot dan kecerdasan buatan.

Lalu, apa yang tidak bisa digantikan?
Yang tidak bisa digantikan adalah kemampuan untuk berkomunikasi, kemampuan untuk memimpin, kemampuan untuk memiliki karakter yang baik, kemampuan memberikan ketulusan, dan memiliki jaringan (networking) yang baik. Itulah kemampuan yang belum bisa dilakukan oleh mesin atau robot.

“Oleh karena itu, penting bagi kami sebagai pendidik di Universitas Teknokrat Indonesia untuk mendidik mahasiswa kami agar mampu tampil menunjukkan jati diri mereka, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, terutama di depan publik. Ini adalah kemampuan yang belum bisa dilakukan oleh mesin atau robot,” ujar Mahathir.

Ini yang terpenting, mengapa? Karena saat ini pengetahuan dapat dengan sangat mudah digantikan oleh kecerdasan buatan. Pengetahuan apa pun, pekerjaan administratif apa pun, dapat digantikan oleh ChatGPT dan kecerdasan buatan lainnya.

Maka, kemampuan untuk memiliki komunikasi yang baik, keterampilan berbicara, kemampuan untuk tampil, memberikan senyum terbaik, dan memiliki jaringan, harus dimunculkan dalam diri para mahasiswa dan generasi muda.

Karena generasi muda kita saat ini terlalu sibuk dengan ponsel mereka sendiri. Mereka tidak berkomunikasi dengan orang yang nyata. Mereka berkomunikasi melalui media sosial, YouTube, dan lain-lain. Mereka sesungguhnya tidak berkomunikasi dengan orang asli atau dengan orang lain secara langsung.

Maka, melalui acara ini, kami mendorong para mahasiswa untuk tampil dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, untuk menunjukkan kecerdasan terbaik mereka, keterampilan berbicara, dan tentu saja kecantikan dan ketampanan mereka di depan orang lain.

Jadi, sekali lagi, terima kasih banyak kepada para dewan juri, dan tentu saja kepada Pemerintah Provinsi Lampung, kepada Bapak Gubernur Lampung, Bapak Rahmat Mirzani Djausal, dan juga Batin Wulan.

Dan sekali lagi, terima kasih kepada seluruh pendukung, dewan juri, orang tua, dan seluruh mahasiswa, terutama para peserta Duta Teknokrat 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan Dispar Ekraf Provinsi Lampung Irsan Murhan, S.Sos., M.IP mengapresiasi Universitas Teknokrat. “Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada Universitas Teknokrat Indonesia. Ajang Duta Teknokrat ke-26 ini adalah wadah strategis untuk membangun karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan kepercayaan diri generasi muda,” kata Irsan.

Ia melanjutkan, Provinsi Lampung memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang luar biasa. Mahasiswa diharapkan berperan strategis dengan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan penguasaan digital untuk mempromosikan potensi Lampung hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Pada malam Grand Finale, penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas tokoh dari berbagai latar belakang profesional. Dewan juri diketuai oleh Yunita Maya Putri, SS., SH., MH, Pengawas Yayasan Teknokrat. Turut hadir sebagai anggota dewan juri, Djauhari, praktisi budaya dan fashion designer; Yudhaposmotion, praktisi fashion, catwalk guru, dan fashion designer; serta H. Dedi Guswinto, S.S., M.H., alumni Duta Teknokrat 2006 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Tengah.

Juara Duta Teknokrat 2026
Winner Putri:
Juara 1: Amaka Diana Ojukwu (S1 Sistem Informasi);
Juara 2: Dhea Nur Arifya (S1 Pendidikan Olahraga);
Juara 3: Batrasya Nivella Sari (S1 Sistem Informasi)

Winner Putra:
Juara: 1 Defki Arya Nugraha (S1 Manajemen);
Juara 2: Septa Riki Ronaldo (S1 Pendidikan Olahraga);
Juara 3: Arya Dharma Putra (S1 Informatika). (W9-jm)

 

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *