TULANG BAWANG BARAT — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggagas kolaborasi riset bersama Telkom University melalui program hibah hilirisasi riset prioritas sinergi Kementerian Pendidikan Tinggi. Kolaborasi tersebut dibahas dalam rapat daring yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Tubaba, Kamis (9/7/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., dan dihadiri Ketua Baznas Tubaba serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dari Telkom University hadir tim peneliti yang terdiri atas Dr. Iswahyudi Hidayat, S.T., M.T., Dr. Eng. Amaliyah Rohsari Indah Utami, S.T., M.Si., dan Yasmin Mumtaz.
Riset yang diusung bertajuk “SMART-ZISWAF-TUBABA: Model AI-GIS-STEM untuk ZISWAF Produktif, Ekonomi Sirkular Pengolahan Sampah, dan Ketahanan Pangan Berbasis Data di Tubaba, Lampung.”
Melalui riset tersebut, Telkom University menjadikan Tubaba sebagai lokus riset nasional. Sekda Tubaba Iwan Mursalin mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital, transparansi tata kelola ZISWAF, serta pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
“Dengan sistem digital, pengumpulan dan pendayagunaan dana masyarakat dapat tercatat dengan baik, transparan, dan akuntabel. Potensi pengelolaan sampah dan partisipasi masyarakat juga diharapkan semakin meningkat,” ujar Iwan.
Tim peneliti menjelaskan, platform Smart Tubaba nantinya akan mengintegrasikan sejumlah teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI), Geographic Information System (GIS), STEM, Internet of Things (IoT), Big Data, dan aplikasi mobile.
Platform tersebut akan diarahkan pada empat fokus utama, yakni ekonomi sirkular pengelolaan sampah, smart farming dan ketahanan pangan, penguatan literasi STEM, serta tata kelola ZISWAF digital.
Riset ini dirancang dalam roadmap tiga tahun. Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada pemetaan potensi, integrasi data, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), pelaksanaan proyek percontohan di 3–5 tiyuh, serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Pada tahun kedua, riset diarahkan pada tahap ekspansi dan optimalisasi. Sementara pada tahun ketiga ditargetkan memasuki tahap scaling penuh dan operasionalisasi Decision Support System (DSS) bagi Pemerintah Kabupaten Tubaba.
Kepala Dinas Kominfo Tubaba, Aidil Adrian Pattikrato(n), S.T., menyampaikan bahwa riset tersebut diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan ZISWAF yang selama ini telah memperoleh pengakuan di tingkat provinsi maupun nasional.
Menurutnya, pendekatan AI, GIS, dan STEM diharapkan mampu mengintegrasikan data secara utuh sehingga menghasilkan model yang dapat diterapkan di daerah lain.
Kolaborasi riset ini diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan ZISWAF, peningkatan nilai ekonomi sampah, ketahanan pangan, serta penguatan kapasitas masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat. (***)
*




