Perkuat Kemandirian Fiskal, Pemkab Tubaba Akselerasi Tata Kelola APBD yang Sehat dan Akuntabel

TULANG BAWANG BARAT – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat tata kelola keuangan daerah untuk mewujudkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sehat, efisien, akuntabel, sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan asistensi daerah terkait proyeksi kemampuan keuangan daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dilaksanakan secara virtual dari Ruang Rapat Sekretaris Daerah Tubaba, Kamis (09/7/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., MM., MT., bersama Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Inspektur Kabupaten, Kepala Bapperida, Kepala BPKAD, Kepala Bapenda, serta Kepala Bagian Organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim II Inspektorat Khusus Kemendagri, Wiratmoko, memberikan apresiasi terhadap kinerja pembangunan makro Kabupaten Tubaba.

Menurutnya, sejumlah indikator sosial dan ekonomi Tubaba menunjukkan capaian yang positif. Indikator kemiskinan, pengangguran, hingga penanganan stunting disebut telah berada pada level yang baik dibandingkan rata-rata nasional.

“Indikator makro ekonomi Tubaba tercatat sangat bagus. Angka kemiskinan, pengangguran, hingga penanganan stunting berhasil ditekan hingga berada di bawah rata-rata nasional. Ini adalah modal luar biasa dan bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah daerah yang sangat memadai,” ujar Wiratmoko.

Selain capaian tersebut, tim asistensi Kemendagri turut menyoroti kepatuhan Pemkab Tubaba dalam pemenuhan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 30,6 persen. Sementara itu, pemenuhan 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sektor kesehatan tercatat sebesar 11,4 persen.

Ke depan, asistensi antara Pemkab Tubaba dan Kemendagri diarahkan pada penguatan struktur APBD, terutama melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Potensi sektor pertanian, perkebunan, serta industri pengolahan dinilai dapat menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi daerah sekaligus membuka ruang bagi peningkatan kemandirian fiskal Kabupaten Tubaba.

Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Rikie, menjelaskan bahwa kegiatan asistensi merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan untuk memperkuat postur APBD daerah.

Melalui analisis terhadap kondisi keuangan daerah, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan daerah.

Sejumlah langkah strategis yang menjadi perhatian dalam upaya memperkuat tata kelola dan kapasitas fiskal daerah meliputi optimalisasi penerimaan pajak melalui digitalisasi dan pemutakhiran data, termasuk penguatan Satgas PAD untuk meningkatkan penerimaan sekaligus mencegah potensi kebocoran.

Pemkab Tubaba juga didorong melakukan pemutakhiran data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya pada sektor perkebunan dan pertanian komersial, sehingga nilai objek pajak dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan potensi ekonomi di lapangan.

Selain itu, optimalisasi aset daerah dan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan sumber-sumber pendapatan daerah. Pemerintah daerah juga diarahkan untuk mengeksplorasi skema pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan dan kemampuan fiskal daerah.

Langkah lainnya adalah penataan belanja pegawai secara bertahap. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang fiskal yang lebih luas untuk membiayai pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

Menutup rangkaian asistensi, Tim Asistensi Kemendagri yang dipimpin Karolina Sianipar menyampaikan bahwa hasil kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Rencana Aksi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah.

Pemkab Tubaba menyatakan siap menindaklanjuti hasil asistensi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan keuangan daerah.

Dengan tata kelola APBD yang semakin sehat, efisien, dan akuntabel, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kapasitas fiskal yang pada akhirnya dapat memperluas ruang pembiayaan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Tubaba. (***)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *