Kotabumi, Warta9.com – Sejumlah ikon yang ada di Kabupaten Lampung Utara, kini kondisinya sangat minim perawatan dan terlihat memprihatinkan.
Seperti halnya patung Alamsyah Ratu Prawia Negara yang berada di depan Rumah Makan Taruko. Terlihat cat ditubuh patung tersebut sudah pudar.
Kemudian Tugu Payan Mas. Selain cat yang memudar, juga air mancur yang menghiasi tugu tidak berfungsi.
Hal serupa juga terjadi pada Patung Pengantin yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Kotabumi, tepatnya di depan kantor Bupati.
Patung Canang di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kotaalam tepatnya di simpang Bernah. Tugu Pembangunan di pertigaan pasar dekon Kotabumi, dan Tugu Rato (patung naga) di Taman Sahabat Kotabumi.
“Tugu yang seharusnya jadi wajah kota (Tugu Payan Mas) malah terlihat dekil. Kalau malam juga pencahayaannya kurang, jadi makin suram,” ujar Andrianto, warga Kelapa Tujuh Kotabumi, Senin (20/5/2026).
Berdasarkan penelusuran, ikon ikon itu tidak dilakukan perwatan sejak beberapa tahun lalu. Melihat kondisii tersebut, menimbulkan pertanyaan terkait peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi.
Plt Kepala Dinas Kawasan Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Penataan Ruang, Dirgantara, saat dihubungi sejumlah wartawan via telpon mengakui jika telah lama tidak melakukan perwatan terhadap ikon yang ada di Lampura. Itu dikarenakan keterbatasan anggaran. Dan baru ditahun ini berencana melakukan perawatan. Itupun hanya Tugu Payan Mas.
“Rencana tahun ini akan melakukan perawatan tugu payan mas, sementara tugu yang lainnya belum direncanakan dikarenakan keterbatasan anggaran,” katannya singkat. (Van)

*





