Taufiqurrahman, Mahasiswa Universitas Teknokrat Kembangkan Alat Perangkap Hama Lalat Berbasis Energi Surya 

Inovasi Taufiqurahman mahasiswa Universitas Teknokrat

Bandarlampung, Warta9.com – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Terbaik di Lampung, kembali menghadirkan inovasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Taufiqurrahman Arya Arrasyid Setyaki dari kelas TE22A mengembangkan sebuah alat perangkap hama lalat berbasis energi surya sebagai solusi permasalahan di sektor peternakan domba, khususnya di Desa Tugu Sari, Kecamatan Sumber Jaya, Lampung Barat. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya gangguan lalat yang tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi menularkan penyakit dan menurunkan produktivitas ternak.

Bacaan Lainnya

Selama ini, peternak masih mengandalkan insektisida sebagai metode pengendalian hama. Namun, penggunaan bahan kimia tersebut dinilai kurang efektif serta berisiko terhadap kesehatan ternak dan lingkungan. Melihat kondisi tersebut, Taufiqurrahman merancang alat yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik utama, dikombinasikan dengan lampu ultraviolet untuk menarik lalat, serta jaring kawat bertegangan untuk membasmi hama secara otomatis. Sistem ini dirancang bekerja pada malam hari, sehingga mampu mengoptimalkan penangkapan serangga tanpa membutuhkan intervensi manual.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian alat dilakukan selama tujuh hari pada 14–20 Januari, serta disertai pengamatan bobot domba selama empat minggu. Panel surya mampu menghasilkan tegangan tertinggi sebesar 29,2 volt pada pukul 13.00 WIB, sementara arus tertinggi mencapai 4,75 ampere pada hari kelima pukul 11.00 WIB yang dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari dan kondisi cuaca. Tegangan output baterai ke beban tercatat mencapai 10,4 volt pada pukul 18.00 WIB, dengan arus sebesar 5,7–5,8 ampere dan daya berkisar antara 57 hingga 60 watt. Selama masa pengujian, sistem ini terbukti mampu mengoperasikan perangkap hama lalat secara efektif serta berhasil menangkap berbagai jenis serangga seperti lalat, nyamuk, tawon, kupu-kupu, dan laron.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kemampuannya bekerja secara mandiri tanpa bergantung pada listrik PLN, sehingga sangat cocok diterapkan di wilayah peternakan yang memiliki keterbatasan akses energi listrik. Selain itu, penggunaan energi terbarukan menjadikan alat ini lebih ramah lingkungan dan hemat biaya operasional dalam jangka panjang.

Inovasi ini merupakan buah dari proses bimbingan akademik yang intensif bersama dosen pembimbing, Fika Trisnawati, S.T., M.T., yang tidak hanya mengarahkan secara teknis, tetapi juga mendorong lahirnya solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Melalui pendampingan tersebut, penelitian ini berhasil berkembang menjadi teknologi tepat guna yang memiliki potensi untuk diterapkan secara luas.

Dukungan dari penguji sekaligus Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro Elka Pranita, M.T., turut memperkuat kualitas penelitian ini, sehingga diharapkan hasil karya ini tidak hanya menjadi capaian akademik semata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya para peternak.

Inovasi Taufiqurrahman Arya Arrasyid ini, sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas.

Bagi lulusan SMA/SMK/MA jangan ragu segera mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa secara langsung ke bagian pendaftaran di kampus Universitas Teknokrat Indonesia maupun melalui pendaftaran online pada laman website yang telah disediakan spmb.teknokrat.ac.id. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *