TULANG BAWANG BARAT – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai mematangkan persiapan Tiyuh Marga Kencana sebagai Desa TAPIS Tahun 2026. Program tersebut diarahkan menjadi wadah pembinaan masyarakat berbasis keluarga dengan melibatkan berbagai sektor secara terpadu.
Persiapan dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Ketua TP-PKK Tubaba, Novianti Novriwan, di Aula Rumah Dinas Bupati, Kamis (9/7/2026). Pertemuan melibatkan organisasi perangkat daerah, jajaran TP-PKK, pemerintah kecamatan hingga aparatur Tiyuh Marga Kencana.
Novianti menjelaskan, Desa TAPIS merupakan program pembinaan yang diinisiasi TP-PKK Provinsi Lampung. Pelaksanaannya tidak hanya diarahkan untuk menangani persoalan stunting, tetapi mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan kualitas kehidupan keluarga.
Program tersebut meliputi penguatan karakter, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menilai keberhasilan program sangat bergantung pada kemampuan seluruh pihak dalam menyatukan program dan menghindari pelaksanaan yang berjalan sendiri-sendiri.
“Penetapan Tiyuh Marga Kencana sebagai Desa TAPIS merupakan amanah yang harus kita wujudkan bersama melalui kerja nyata, kolaborasi, dan komitmen seluruh pihak,” tegas Novianti.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Tubaba turut memetakan sejumlah potensi serta kebutuhan pembinaan di Tiyuh Marga Kencana. Salah satu fokusnya adalah peningkatan pola asuh keluarga melalui kegiatan parenting bagi wali murid PAUD dan Program KISAK.
Pembinaan pendidikan karakter juga menjadi perhatian melalui penerapan lima pilar pendidikan karakter serta Program Ibu Cerdas.
Di bidang ketahanan pangan, masyarakat akan didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.
Aspek lingkungan juga mendapat perhatian melalui pengelolaan sampah rumah tangga. Salah satu inovasi yang disiapkan yakni mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair dengan teknik ember tumpuk.
Sementara itu, program kesehatan diarahkan pada percepatan penurunan stunting serta peningkatan pelayanan keluarga berencana.
Pengelolaan sampah anorganik juga akan diperkuat melalui pemilahan dari sumbernya dan pengembangan Bank Sampah Bergerak.
Lebih luas, pembinaan Desa TAPIS akan disinergikan dengan berbagai program pemerintah daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengembangan UMKM, pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, revitalisasi Posyandu hingga pelestarian lingkungan.
Seluruh program tersebut diarahkan untuk membangun keluarga yang sehat, mandiri dan produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat tiyuh.
Novianti mengajak seluruh OPD, jajaran TP-PKK, kader serta masyarakat untuk berperan aktif dalam setiap tahapan pembinaan.
“Mari kita satukan langkah dan perkuat sinergi agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemkab Tubaba berharap Tiyuh Marga Kencana tidak hanya mampu memenuhi indikator Desa TAPIS 2026, tetapi juga dapat menjadi contoh pengembangan desa berbasis keluarga yang mengintegrasikan berbagai potensi dan program lintas sektor.
Jika berhasil, pola pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi praktik baik yang diterapkan di tiyuh lainnya di Kabupaten Tubaba. (***)
*




