Jombang, Warta9.com – Muktamar NU ke-35 yang dibuka Presiden Prabowo Subianto di Pesantren Tambak Beras Jombang Jawa Timur, kini mulai menggodok calon ketua umum PBNU (Ketua Tanfiziah PBNU).
Situasi bursa pencalonan masih terus bergerak dinamis seiring dengan konsolidasi dukungan dari pengurus wilayah (PWNU) dan pengurus cabang (PCNU) menjelang pelaksanaan muktamar.
Menjelang penentuan Ketua Umum PBNU, setidaknya ada empat nama dinilai memiliki kekuatan yang menonjol dengan modal yang berbeda-beda.
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua PW NU Jawa Timur, dinilai paling menonjol dengan konsolidasi Jawa Timur, basis pesantren, dan jaringan struktural NU yang kuat. Apalagi dengan mundurnya Menag Prof. Dr. Nasaruddin Umar dari bursa calon.
Kemudian, sosok KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), sepertinya masih mau maju, walau dalam kepemimpinannya, kakak kandung mantan Menag Cholil Staquf ini, pernah diberhentikan dari jabatan Ketum PBNU.
Meski demikian, Gus Yahya masih punya peluang. Sebab, ia memiliki keuntungan sebagai petahana, jaringan struktural nasional, serta pengalaman memimpin PBNU.
Lalu ada sosok moderat Dr. KH Marsudi Syuhud, MM. Ia layak diperhitungkan karena potensi dukungan lintas wilayah, pengalaman sebagai Sekjen dan Ketua PBNU, serta kiprah di MUI, pesantren, dan ekonomi umat.
Kemudian, ada koai dari Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf). Namanya juga muncul di arena Muktamar NU Jombang. Gus Yusuf katanya dapat dukungan PCNU Jawa Tengah yang terukur, ditopang basis pesantren dan kekuatan kultural santri.
Masing-masing bakal calon mempunyai kekuatan, pengalaman, dan basis dukungan yang berbeda. Pada akhirnya, arah Muktamar akan ditentukan oleh konsolidasi para pemegang mandat dan kepercayaan muktamirin. (W9-jm)
*





