Dosen dan Mahasiswa Universitas Teknokrat Beri Pelatihan Pembuatan Struktur Jembatan kepada Siswa SMAN 3 Metro

Siswa SMAN 3 Metrotampak sibuk mengikuti praktik pelatihan pembuatan miniatur struktur jembatan. (foto : ist)

Metro, Warta9.com – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan salah satu wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kegiatan PkM kali ini, dosen terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Sefrinta Sasma Murdiagatma, S.T., M.T., dan Ir. Hadyan Arifn Bustami, S.T., M.T. selaku dosen dan Daffa Albari Putra, Yayuk Yuni Asrianti, Rianti Anggraeni selaku mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, melaksanakan kunjungan edukatif ke SMAN 3 Metro pada tanggal 13 April 2026, dengan agenda utama memberikan pelatihan pembuatan struktur jembatan sederhana menggunakan stik es krim.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menumbuhkan minat dan pemahaman siswa terhadap dunia rekayasa sejak dini. Pelatihan pembuatan miniatur jembatan ini merupakan bentuk penerapan sederhana dari salah satu bidang peminatan studi transportasi dan struktur pada program studi S1 Teknik Sipil, selain bidang peminatan studi lainnya yaitu Manajemen Konstruksi, Geoteknik dan Sumber Daya Air (Keairan) yang dapat diperdalam selama proses studi di Universitas Teknokrat Indonesia, kampus terbaik di Lampung.

Pelatihan ini dirancang sebagai media pembelajaran yang aplikatif dan interaktif. Siswa tidak sekadar menerima materi secara teoritis, melainkan langsung terlibat dalam proses perancangan dan pembuatan model jembatan. Melalui pendekatan ini, konsep-konsep dasar teknik sipil seperti gaya, beban, keseimbangan, dan kekuatan struktur diperkenalkan secara sederhana namun efektif. Stik es krim sebagai bahan utama dipilih karena mudah diperoleh dan aman digunakan, sehingga memungkinkan siswa untuk bereksperimen tanpa hambatan berarti.

Lebih dari sekadar kegiatan praktikum, pelatihan ini mencerminkan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Dalam proses merakit jembatan, siswa diajak untuk berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta memecahkan masalah yang muncul selama proses konstruksi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pengembangan keterampilan kolaboratif, kreativitas, dan kemampuan berpikir analitis.
Dari sudut pandang pendidikan, kegiatan seperti ini memiliki dampak yang signifikan.

Pertama, pelatihan ini membuka wawasan siswa mengenai bidang teknik sipil yang mungkin sebelumnya belum mereka kenal secara mendalam.

Kedua, kegiatan ini dapat menjadi pemicu munculnya minat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di bidang teknik.

Ketiga, interaksi langsung dengan dosen dan mahasiswa memberikan gambaran nyata tentang kehidupan akademik di perguruan tinggi, sehingga mampu memotivasi siswa untuk meraih cita-cita mereka.

Selama melaksanakan proses perkuliahan, Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia akan didampingi dan dibimbing oleh dosen-dosen yang berpengalaman di bidangnya , bergelar Doktor lulusan dalam dan luar negeri serta Dosen-Dosen muda yang mahir dalam pemanfaatan teknologi dan informasi guna menunjang proses pembelajaran.

Bagi perguruan tinggi, kegiatan PkM ini juga memiliki nilai penting. Selain sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat, khususnya institusi pendidikan menengah. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang dalam bentuk program-program lain yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Namun demikian, keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pihak sekolah yang memberikan ruang dan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif. Antusiasme siswa SMAN 3 Metro selama pelatihan menjadi indikator bahwa metode pembelajaran yang kreatif dan kontekstual sangat diminati dan dibutuhkan.

Sebagai sebuah refleksi, kegiatan pelatihan pembuatan struktur jembatan sederhana ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas dengan metode konvensional. Inovasi dalam penyampaian materi menjadi kunci untuk menarik minat belajar siswa. Oleh karena itu, inisiatif seperti yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi institusi pendidikan lainnya.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, Muhammad, SE., MM.
Menyampaikan upaya membangun generasi yang unggul tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Pelatihan ini merupakan langkah kecil namun bermakna dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen penuh untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan bidang Teknik Sipil dalam bentuk pendampingan Mahasiswa selama proses studi perkuliahan dengan pembelajaran teori dan praktik yang relevan.

Selanjutnya bagi Siswa Siswi SMA dan SMK yang berminat untuk belajar tentang bidang Teknik Sipil secara lebih mendalam, dapat segera mendaftarkan diri sebagai Calon Mahasiswa secara langsung ke bagian pendaftaran di kampus Universitas Teknokrat Indonesia maupun melalui pendaftaran online pada laman website yang telah disediakan.

spmb.teknokrat.ac.id.(W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *