
Bandarlampung, Warta9.com – Para atlet cabang olahraga Bridge di Lampung harus menahan diri untuk mengikuti pertandingan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, di Bandarlampung. Cabor Bridge tidak masuk dalam 32 Cabor yang diperbandingkan dalam Porprov 2026.
Ketua Gabsi (Bridge) Lampung Tony Wijaya, saat audensi pengurus Gabsi dengan Ketua UmumKONI Lampung Taufik Hidayat, pasrah Bridge tidak masuk dalam Cabor Porprov.
Gabsi merupakan induk organisasi yang menaungi olahraga Bridge. Bridge olahraga yang memakai media kartu, pada Porprov 2026 cukup jadi penonton.
Olahraga permainan dengan memakai satu set kartu yang dimainkan oleh 4 orang yang dimainkan dalam satu meja, merupakan satu cabang olahraga yang diakui oleh dunia yang membutuhkan kejelian dalam melihat peluang maupun penyusunan strategi, yang pastinya bakal mengasah otak para pemainnya.
Menurut Tony Wijaya, beberapa Porprov sebelumnya, Bridge masuk Cabor yang diperbandingkan. Ia pun pasrah dan meminta bimbingan KONI Lampung agar Cabor Olahraga Bridge dapat berkembang dimasa mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat, meminta Gabsi Lampung untuk berbenah agar bisa meraih prestasi. Pesan itu disampaikan Taufik saat menerima Audensi Pengurus Gabsi Lampung, Rabu (13/5/2026), di Kantor KONI Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandarlampung.
Taufik mengatakan, dalam melakukan pembinaan haruslah dengan niat dan jiwa yang baik sehingga bisa menghasilkan hasil terbaik dan prestasi. Selain itu, Bridge yang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 tidak dipertandingkan, agar tidak kecewa dan hal itu bisa menjadi masukan dan motivasi bagi pengurus untuk masa mendatang.
“Kami berharap Bridge bisa berbenah. Agar di masa mendatang bisa meraih prestasi. Mari kita sama-sama melakukan pembinaan, agar olahraga Lampung bisa berprestasi,” kata Taufik.
Ketum juga menerima keluh kesah dari pengurus Bridge Lampung. Dimana pada Porprov 2026 ini mereka tidak dipertandingkan, sedangkan Porprov-Porprov sebelumnya selalu menjadi peserta. Pengurus Gabsi juga mengatakan, saat ini mereka adalah kepengurusan baru dan membutuhkan bimbingan dari KONI Lampung.
Menanggapi hal tersebut, Ketum KONI menjelaskan. Terkait cabang olahraga di Porprov, semua sudah disepakati antara KONI Lampung dan KONI Bandarlampung sebagai tuan rumah. Dimana sebanyak 32 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, untuk itu pesannya kembali ditegaskan agar Bridge berbenah baik prestasi maupun prestise.
“Untuk Pengkab/Pengkot harus dibenahi. Yang kepengurusannya habis, segera ditindaklanjuti. Bila memang diperlukan ketegasan harus dilakukan. KONI mendukung langkah yang diambil Cabor, apa bila itu untuk kebaikan dan prestasi dengan tidak melanggar aturan yang berlaku,” kata Taufik dengan tegas.
Taufik juga menjelaskan, bridge pada PON 2028 sampai saat ini tidak dipertandingkan, sehingga bisa menganggu pembinaan didaerah. Dia juga mengatakan, hal itu bisa berdampak pada PON 2032 dimana Lampung akan menjadi tuan rumah bersama Banten. (W9-jm)

*





