Universitas Teknokrat Tuan Rumah Youth Dialogue Studio Lampung 2026, Perkuat Kolaborasi Generasi Muda untuk Pembangunan Berkelanjutan

Universitas Teknokrat Indonesia menjadi tuan Rumah Youth Dialogue Studio Lampung 2026. Tampak hadir Sekda Kota Bandarlampung dan Kadispora Provinsi Lampung. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus terbaik di Lampung, kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan kepemudaan. Kali ini, kampusnya sang juara ini menjadi penyelenggara Youth Dialogue Studio (YDS) Lampung 2026, Kamis, 9 Juli 2026.

Kegiatan forum seminar dan dialog kepemudaan yang mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, media, dan wirausahawan muda untuk membahas kepemimpinan, inovasi sosial, serta pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini diinisiasi oleh United in Diversity (UID) Foundation atau Yayasan Upaya Indonesia Damai, sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) yang sejak tahun 2003 berkomitmen mengembangkan kepemimpinan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan mendorong tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Bacaan Lainnya

Youth Dialogue Studio merupakan bagian dari rangkaian menuju Youth Action Forum (YAF) 6.0 yang diselenggarakan United in Diversity Foundation bersama Sustainable Development Solutions Network (SDSN) Southeast Asia. Forum nasional tersebut akan berlangsung di Bali pada Oktober 2026 dan mempertemukan para pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara YDS Lampung dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari, S.STP., MM. Turut hadir pula Walikota Bandarlampung, yang diwakili oleh Sekretaris Kota Bandarlampung, Iwan Gunawan, SP., MA., bersama jajaran pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia, mulai dari Wakil Rektor, dekan, ketua program studi, dosen, hingga sivitas akademika.

Mewakili Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Mahathir Muhammad, SE., MM, menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah Youth Dialogue Studio merupakan kehormatan sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para pemimpin muda yang telah menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan dari seminar, tetapi juga dapat berdialog secara langsung dengan para pegiat sosial dan pemimpin komunitas yang telah membangun berbagai gerakan berkelanjutan. Kami berharap pengalaman ini menginspirasi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia untuk berani mengambil peran sebagai agen perubahan dan membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 203 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Universitas Teknokrat Indonesia, berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, media, serta kalangan wirausahawan muda. Keberagaman peserta menciptakan ruang diskusi yang inklusif dan memperkaya pertukaran gagasan mengenai tantangan serta peluang yang dihadapi generasi muda saat ini.

Sesi seminar dan talkshow dipandu oleh Barry Afriando, M.B.A., Program and Partnership Manager United in Diversity Foundation. Tiga narasumber inspiratif hadir membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam membangun perubahan sosial, yaitu:
Muh Rifai Sahida, S.E., Founder Garis Hitam Indonesia sekaligus Youth Action Forum (YAF) 4.0 Fellow.
Aprilidia, REALM Specialist Save the Children Indonesia.

Devan Ahmad Pramudia, Chairperson Leuweung Hub Foundation sekaligus mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Tidak hanya menghadirkan seminar, YDS Lampung juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengikuti dialog kelompok (small group discussion). Pada sesi ini, peserta berdiskusi secara lebih mendalam, saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring profesional, serta membuka peluang kolaborasi dalam berbagai inisiatif sosial yang dapat diwujudkan di daerah masing-masing.

Menariknya, penyelenggaraan kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang tergabung dalam UKM Teknokrat English Club (TEC), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris, dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Keterlibatan mahasiswa sebagai panitia menjadi bukti kemampuan mereka dalam mengelola kegiatan sekaligus berkolaborasi dengan organisasi internasional dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui penyelenggaraan Youth Dialogue Studio Lampung 2026, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai institusi nasional maupun internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak pemimpin muda yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.

YDS Lampung sendiri merupakan bagian dari rangkaian Youth Dialogue Studio 2026 yang dilaksanakan di delapan kota di Indonesia, yakni Palembang, Bengkulu, Lampung, Papua Barat, Maluku, Gorontalo, Bali, dan Jakarta. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, dan mempersiapkan diri menjadi peserta Youth Action Forum (YAF) 6.0 di Bali.

Saatnya lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan kuliah ke Universitas Teknokrat Indonesia dengan mengklik spmb.teknokrat.ac.id. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *