
Lampung Timur, Warta9.com — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau progres kegiatan mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Minggu (20/9/2026).
Bersama Menhut, perwakilan Kedutaan Besar Norwegia juga turut hadir dalam kunjungan tersebut. Mereka antara lain Ambassador Kaja Glomm serta perwakilan bidang iklim dan kehutanan Anja Lillegraven, Livia Costa Kramer, dan Susilo Ady Kuncoro.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Menteri Kehutanan ke Provinsi Lampung untuk melihat langsung perkembangan pembangunan dan fasilitas yang disiapkan dalam mendukung penanganan interaksi antara gajah liar dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Rangkaian kunjungan dimulai setelah Menteri Kehutanan beserta rombongan tiba di Bandara Raden Inten II Lampung pada Minggu pagi. Dari bandara, rombongan kemudian menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam 21 menit menuju kawasan TN Way Kambas.
Setibanya di TNWK Gubernur Mirza bersama Menteri Kehutanan mengikuti diskusi mengenai pembangunan mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di TNWK.
Dalam diskusi tersebut, Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Brigjen TNI Sriyanto memaparkan progres pembangunan yang dilakukan di TNWK sekaligus memastikan pembangunan fasilitas mitigasi dapat mendukung pengelolaan interaksi gajah secara lebih terencana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Mirza dan Menhut Raja Juli dengan meninjau sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan pengelolaan dan mitigasi interaksi gajah. Peninjauan meliputi holding room, command center, playground, hingga area simbolis pelepasan gajah.
Rombongan juga melihat main area ceremonial dan menara pandang serta jembatan gantung. Dari titik-titik tersebut, pemerintah pusat dan daerah melihat secara langsung kesiapan sarana pendukung pengelolaan kawasan sekaligus upaya memperkuat edukasi dan konservasi gajah Sumatera.
Setelah meninjau sejumlah fasilitas utama, Gubernur Mirza dan Menhut melanjutkan perjalanan singkat menuju area UMKM di kawasan TNWK. Area tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat keterkaitan antara kegiatan konservasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
TN Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Lampung yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah dan menjadi habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Dokumen Kementerian Kehutanan mencatat TN Way Kambas sebagai salah satu lokasi aksi mitigasi di Provinsi Lampung yang memerlukan kegiatan monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Upaya penanganan interaksi manusia dan satwa liar menjadi penting karena keberadaan gajah tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwa, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Kehutanan sebelumnya juga telah mengembangkan berbagai pendekatan dalam penanganan konflik satwa liar, termasuk pemantauan pergerakan satwa dan penguatan pengelolaan kawasan. Dalam dokumen Ditjen KSDAE, pemasangan GPS collar disebut sebagai salah satu strategi untuk menangani konflik manusia dan gajah liar sekaligus mempelajari pergerakan satwa.
Kunjungan Menteri Kehutanan ke Lampung juga turut didampingi sejumlah pejabat Kementerian Kehutanan, di antaranya Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Staf Ahli Menteri, serta sejumlah direktur terkait konservasi dan pengelolaan kawasan. (W9-jm)
*





