
Mesuji, Warta9.com – Petani sawit di Lampung terutama di Mesuji menjerit. Dalam beberapa hari ini, harga sawit anjlok.
Teriakan petani sawit Mesuji disampaikan oleh tokoh Mesuji KH. Bukhori Abdul Somad. Bagaimana tidak menjerit, harga sawit terjun bebas. Di lapak, harga dari Rp 3.200/Kg – Rp3.250/Kg. Bahkan dalam dua hari ini terjun bebas menjadi Rp 2000/Kg.
Beberapa informasi harga sawit dari beredar melalui WhastAap seperti;
REVISI
Selamat Pagi yth supplier TBS
*LAPAK PT TBL PKS 2 MESUJI*
mulai Hari Jumat 22 Mei 2026
*Harga TBS Turun Rp.700,-*
Mohon dukungan TBS berkualitas bagus trimakasih atas kerja samanya🙏. Tutup Timbangan Jam 18.00 wib*
Selamat Malam yth supplier TBS
*LAPAK PT TBL PKS 2 MESUJI*
mulai Hari Kamis 21 Mei 2026
*Harga TBS Turun Rp.400,-*
mohon dukungan TBS berkualitas bagus trimakasih atas kerja samanya🙏
*Tutup Timbangan Jam 18.00 wib🙏.
Baik Bukhori Somad dan petani sawit
Minta ke Pemerintah untuk segera melakukan intervensi harga sawit biar tidak terjun bebas. Sekaligus pemerintah mengevaluasi kebijakan eksport CPO melalui BUMN.
Petani mencurigai anjloknya harga sawit merupakan trik pengusaha sawit untuk menggoyang pemerintah saat ini Presiden Prabowo.
Sebagai perbandingan, dulu harga sawit turun di PT Garuda Bumi Perkasa hanya mencapai Rp 2.350 per kilogram.
Harga sawit normal di PT Tunas Baru Lampung pernah mencapai Rp 3.600 per kg, sedangkan harga di PT Garuda Bumi Perkasa mencapai Rp 3.550 per kg. Sekarang harganya terjun bebas sampai Rp2000/Kg. Maka wajar bila petani menjerit.
Kondisi sebaliknya dialami petani ubi kayu singkong. Informasi yang diperoleh di lapangan, harga singkong mengalami kenaikan cukup signifikan. Saat ini harga singkong di pabrik sebesar Rp2000/Kg. (W9-jm)

*





