JABATAN Lurah Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, mulai memantik perhatian setelah mengalami kekosongan. Posisi ini tentu menjadi incaran sejumlah ASN di lingkungan birokrasi. Namun, di tengah riuhnya pergantian, muncul sosok srikandi muda yang mulai mencuri perhatian, yakni Al Hoiria, SH.
Meski belum populer, wanita sapaan bunda ini perlahan tapi pasti menapaki jalur potensial. Reputasi birokrasi yang solid dan rekam jejak panjang yang dimulai dari level paling rendah membuatnya patut diperhitungkan. Saat ini, Al Hoiria menjabat sebagai Plt Lurah Rejosari.
Ia dikenal sebagai figur yang tenang, sistematis, dan memiliki kemampuan komunikasi lintas lembaga yang mumpuni. Perannya tidak sekadar administratif, tetapi juga strategis dalam menjaga harmoni hubungan dengan masyarakat.
Menarik, Al Hoiria bukan tipe ASN yang gemar tampil di depan kamera. Ia lebih memilih bekerja dalam senyap, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab tanpa memburu publisitas. Filosofinya sederhana: “Sebagai abdi negara, harus selalu siap ditempatkan di posisi manapun”.
Al Hoiria dikenal dekat dengan masyarakat. Apalagi saat warganya terkena bencana. Tidak pandang bulu, ditengah guyuran hujan ibu satu anak ini mendatangi korban bencana untuk meberikan jaminan bahwa korban tidak dibiarkan menghadapi risiko sendirian. Ia menjadi cermin kesiapsiagaan pemerintah dalam merespons kondisi darurat.
Sikap rendah hatinya itu justru menjadi kekuatannya. Ia bukan pengejar popularitas, melainkan pelayan masyarakat yang siap melayani saat kondisi apapun. Dalam konteks reformasi birokrasi yang dibutuhkan sosok berintegritas, berpengalaman, dan adaptif, Al Hoiria muncul sebagai alternatif yang didambakan masyarakatnya.
Al Hoiria memperoleh simpati dari sejumlah warga masyarakat di kelurahan tersebut. Wanita yang dikenal ramah ini menyandang kepiawaian sebagai pemimpin yang memiliki jiwa sosial tinggi. Berbagai karakter juga dimiliki sosok srikandi yang dikenal ramah ini.
Sikapnya yang adil dan bijak menjadi alasan kuat, Istri dari Ahmad Hadi Wijaya ini mampu menduduki jabatan tertinggi di tingkat kelurahan tersebut. Figur yang di harapkan, pengalaman lapangan, dan kecerdasan administrasi ini layak diberi ruang lebih besar dalam peta birokrasi di Kelurahan Rejosari ke depan.
Dari penelusuran, Al Hoiria, SH merupakan asli putri daerah kabupaten tersebut. Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN 02 Kotabumi Tenggah, lalu melanjutkan sekolah menengah pertamanya tahun 1994 di SMP Negeri 01 Kotabumi. Kemudian sekolah lanjutan menengah atas jurusan IPS, lulus tahun 1997.
Saat memasuki jenjang pendidikan tingginya, Al Hoiria menuntut ilmu di kampus Muhammadiyah dan lulus S1 Hukum di STIH Kotabumi tahun 2003. Sepak terjang Al Hoiria dalam meniti karir pun dimulai dari nol, sebagai tenaga honorer selama tujuh tahun.
Setelah di angkat menjadi ASN, dia bertugas di Bappeda tahun 2007. Kemudian sempat menjabat sebagai Kasi Kesra, Tibun dan Linmas di Kelurahan Kota Alam. Tahun 2022, ia kembali dipercaya menjadi Sekretaris Lurah Rejosari, dan didapuk Plt Lurah Rejosari setelah pimpinan sebelumnya dirotasi.
Selain itu, wanita berusia 47 tahun ini juga pernah mengikuti organisasi Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam), unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang petualangan, pelestarian lingkungan, konservasi alam, dan kemanusiaan.
“Kami setuju, Buk Al Hoiria, dapat menduduki posisi jabatan Lurah Rejosari untuk membantu perjalanan roda pemerintahan Bupati Hamartoni kedepan,” harap sejumlah warga di Kelurahan Rejosari tersebut.
Saat dikonfirmasi, Plt Lurah Rejosari Al Hoiria enggan berspekulasi terkait jabatan lurah yang saat ini diembannya sebagai pelaksana tugas. “Sebagai ASN harus siap dimana pun di tugaskan pimpinan. Sabar ya? kita liat aja nanti,” singkat Al Hoiria lembut seraya tersenyum.
Oleh : Joni Efendi

*





