Expo Innovation Teknik Sipil Universitas Teknokrat, Tampilkan Produk Unggulan Inovasi Berkelanjutan

Mahasiswa S2 Teknik Sipil Universitas Teknokrat dalam Expo Innovation 2026. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kampus terbaik di Lampung, kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang fokus pada pengembangan sains dan teknologi di Indonesia melalui penyelenggaraan kegiatan tahunan bertajuk Innovation Expo 2026.

Innovation Expo 2026 yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 12 hingga 13 Juni 2026, berpusat di gelanggang mahasiswa UTI. Acara ini dirancang secara khusus untuk menjadi wadah kreasi, diseminasi riset, serta unjuk kebolehan bagi para mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah mereka timba di bangku kuliah. Atmosfer akademik yang penuh dengan semangat inovasi langsung terasa begitu memasuki area pameran, di mana ratusan stan dari berbagai program studi berjejer menampilkan hasil karya terbaiknya.

Bacaan Lainnya

Di antara sekian banyak daya tarik yang tersaji, stan Program Studi S1 Teknik Sipil berhasil menjadi pusat perhatian utama dan magnet bagi para pengunjung, mulai dari jajaran birokrat, praktisi industri konstruksi, akademisi dari luar daerah, hingga para pelajar sekolah menengah atas yang memadati lokasi pameran sejak hari pertama dibuka.

Keterlibatan Program Studi S1 Teknik Sipil dalam Innovation Expo 2026 kali ini membawa angin segar bagi dunia industri dan kelestarian lingkungan dengan mengusung tema besar mengenai pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang tangguh terhadap bencana alam. Melalui persiapan matang yang memakan waktu berbulan-bulan, para mahasiswa di bawah bimbingan langsung dosen-dosen ahli dan terbaik yang terdiri dari Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., I.P.M., ASEAN Eng., Sefrinta Sasma, S.T., M.T., Rahma Sopila, M.T., Vanita Yakub, M.Eng dan Ir. Sari Anton, S.T., M.T. berhasil memamerkan lima produk inovasi unggulan yang dinilai sangat aplikatif bagi kebutuhan masyarakat modern saat ini.

Kehadiran kelima produk riset tersebut menjadi pembuktian nyata bahwa kurikulum yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori di atas kertas saja, melainkan sangat adaptif terhadap dinamika tantangan global seperti krisis iklim, penumpukan sampah, estetika lokal, hingga mitigasi bencana kegempaan yang menjadi isu krusial di wilayah Indonesia.

Inovasi pertama yang dipamerkan dan mendapat apresiasi luas dari pengunjung adalah sebuah alat mutakhir bernama Smart Water Cleaner. Menjawab tantangan krisis air bersih dan pencemaran lingkungan, mahasiswa S1 Teknik Sipil menciptakan Engineering Portable Water Cleaner. Menariknya, alat penjernih air portabel ini menerapkan konsep sirkular ekonomi dengan memanfaatkan botol dan galon plastik bekas sebagai tabung rekayasa filtrasi utamanya. Di dalam wadah bekas tersebut, mahasiswa menyusun material filtrasi fisik berlapis-mulai dari kerikil, pasir, hingga arang aktif-secara presisi. Alat ini dirancang agar mudah dipindahkan (portable), ekonomis, dan aplikatif untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih skala rumah tangga atau wilayah darurat bencana, sekaligus menjadi contoh nyata pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi barang berdaya guna tinggi. Tidak kalah menarik perhatian, produk kedua yang dipamerkan adalah Teknoplasting Paving Blok, sebuah inovasi material bangunan hijau yang ramah lingkungan.

Produk ini menjadi solusi konkret atas permasalahan global terkait akumulasi limbah plastik, limbah konstruksi, dan limbah kertas yang sulit terurai di alam bebas. Para mahasiswa S1 Teknik Sipil berhasil merumuskan formulasi pencampuran limbah plastik, limbah konstruksi, dan limbah kertas yang dicacah dan dicampur dengan material agregat pasir dalam proporsi tertentu untuk memproduksi paving blok berkekuatan tinggi. Berdasarkan uji laboratorium yang dipresentasikan di stan, paving blok inovatif ini memiliki daya tekan yang tidak kalah kuat dibandingkan dengan paving blok konvensional berbasis semen murni, namun memiliki keunggulan ekstra berupa bobot yang lebih ringan, ketahanan yang lebih baik terhadap pelapukan cuaca, serta kemampuan meminimalkan jejak karbon dalam siklus produksinya.

Nuansa estetika tradisional yang berpadu dengan keahlian rekayasa struktural modern ditampilkan secara apik lewat produk jembatan bernama Kaganga Bridge. Replika fisik dari jembatan ini dihadirkan oleh mahasiswa Teknik Sipil dalam bentuk maket struktural rangka (truss bridge) berwarna merah dan kuning yang megah, dengan menggunakan skala presisi 1:100 dari ukuran jembatan aslinya. Desainnya menarik perhatian besar karena mengadopsi kearifan lokal Provinsi Lampung melalui penerapan motif Siger Lampung pada elemen-elemen penopang strukturnya, tanpa sedikit pun mengorbankan aspek fungsionalitas dan keamanan. Melalui perhitungan analisis matematis yang sangat matang guna mengoptimalkan distribusi beban, penggunaan geometri struktur yang efisien ini memastikan bahwa jembatan mampu menahan beban kendaraan yang berat dengan penggunaan material seminimal mungkin. Inovasi ini menjadi contoh ideal bagaimana sebuah infrastruktur transportasi modern dapat dirancang dengan kokoh dan efisien, sekaligus tetap melestarikan serta merepresentasikan identitas akar budaya lokal setempat di ruang publik.

Selanjutnya, produk keempat yang menjadi primadona pameran sekaligus interaksi paling menegangkan di stan S1 Teknik Sipil adalah Meja Simulasi Gempa yang di atasnya didirikan struktur bangunan baja bernama “Sai Batin”. Nama “Sai Batin” sengaja dipilih dari istilah adat masyarakat Lampung yang melambangkan kepemimpinan yang kokoh dan bermartabat. Dalam demonstrasi yang dilakukan secara berkala di hadapan para pengunjung, meja simulasi tersebut digetarkan secara mekanis untuk meniru gelombang seismik gempa bumi dengan berbagai tingkat kekuatan skala Richter. Para pengunjung berdecak kagum saat menyaksikan bagaimana miniatur bangunan baja “Sai Batin” tersebut tetap berdiri dengan sangat kokoh tanpa mengalami kegagalan struktur berkat penerapan sistem sambungan inovatif dan peredam getaran (damper) yang dirancang khusus oleh mahasiswa untuk menyerap energi gempa secara efektif.

Sebagai pelengkap dari rangkaian inovasi tersebut, produk kelima yang dipamerkan adalah konsep rancangan High Risk Building atau maket perencanaan gedung bertingkat tinggi dengan risiko struktural yang kompleks. Proyek ini memamerkan kemampuan komprehensif mahasiswa dalam merencanakan sebuah pencakar langit modern yang mengintegrasikan berbagai aspek disiplin ilmu teknik sipil terkini. Rencana bangunan ini mencakup sistem manajemen keselamatan kerja (K3) konstruksi yang ketat, analisis geoteknis fondasi dalam untuk menopang beban vertikal, serta penerapan konsep bangunan hijau (green building) melalui sistem pemanfaatan pencahayaan alami dan pengelolaan sirkulasi udara makro. Proyek maket ini memberikan gambaran konkret mengenai kesiapan para lulusan Universitas Teknokrat Indonesia dalam menyongsong tantangan pembangunan megastruktur di era urbanisasi yang semakin masif.

Keberhasilan pelaksanaan Teknokrat Expo 2026 yang resmi ditutup pada tanggal 13 Juni 2026 ini menyisakan kebanggaan mendalam sekaligus harapan besar bagi masa depan dunia pendidikan tinggi dan industri di Indonesia. Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, bersama dengan jajaran dekanat, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika Program Studi S1 Teknik Sipil. Expo ini tidak hanya sekadar menjadi ajang pameran musiman, melainkan menjadi momentum penting untuk menjembatani jurang pemisah antara dunia teori akademik di kampus dengan aplikasi praktis di sektor industri nyata.

Melalui respons positif dan ketertarikan yang ditunjukkan oleh para perwakilan sektor swasta serta instansi pemerintah yang hadir, pihak universitas berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi terhadap kelima produk unggulan S1 Teknik Sipil tersebut. Diharapkan dalam beberapa waktu ke depan, kerja sama formal dapat segera terjalin agar inovasi seperti Smart Water Cleaner maupun Teknoplasting Paving Blok tidak sekadar berakhir sebagai pajangan laboratorium atau maket pameran yang estetik semata.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., menyampaikan Program Studi S1 Teknik Sipil bertekad bulat untuk mengawal produk-produk riset mahasiswa ini hingga benar-benar dapat diproduksi secara massal dan diimplementasikan langsung dalam proyek-proyek pembangunan daerah, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata yang luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemandirian teknologi nasional, serta pelestarian lingkungan hidup di tanah air.

Kegiatan Innovation Expo mendukung SDGs Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Bagi lulusan SMA, SMK dan MA yang ingin belajar langsung dari para pakar dan dosen bereputasi internasional, daftarkan diri anda ke UTI. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah secara online. Segera daftarkan diri Anda dengan mengklik tautan resmi pendaftaran di spmb.teknoktat.ac.id. (W9-jm)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *