Heti Friskatati Ajak Warga Jadikan Lebaran Idul Fitri Tradisi Media Silaturahmi Melestarikan Budaya

Anggota DPRD Bandarlampung Heti Friskatati melakukan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Gunung Terang. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Srikandi Partai Golkar DPRD Kota Bandarlampung Heti Friskatati, SH, melaksanaka sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kelurahan Gunung Agung Kecamatan Langkapura, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan sosialisasi pembinaan IPWK dijadikan momentum bagi Heti Friskatati untuk bersilaturrahmi dan saling bermaafan dalam suasana Idul Fitri 1447 H.

Bacaan Lainnya

“Saya mohon maaf lahir dan batin, karena saya sebagai manusia biasa tidak luput dari salah dan khilaf. Di momentum suasana lebaran Idul Fitri ini juga sebagai penjelmaan dari ajaran ideologi Pancasila, karena disitu ada silaturahmi antar sesama, baik tetangga, saudara, kerabat dan handai tolan lainnya. Dengan bersilaturahmi juga dipercaya dapat memperpanjang usia dan rezeki, apalagi di suasana Idul Fitri,” ujar Heti Friskatati.

Sebagai anggota DPRD duduk di Komisi II ia mengungkapkan jika dirinya selama menjabat belum dapat memuaskan apa yang diharapkan masyarakat, maka dirinya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi jembatan, penyalur aspirasi masyarakat di dapilnya. Srikandi Partai Golkar ini berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Jika saya selama bertugas ada yang belum bisa saya laksanakan maka saya mohon maaf yang pasti saya akan terus berusaha sebaik mungkin untuk mengemban amanah masyarakat dan saya siap menyampaikan apa yang jadi aspirasi warga. Usulan yang telah disampaikan kepada saya akan jadi PR utama dan jadi prioritas usulan fraksi dalam pokok pikiran (pikir) DPRD dalam penyusunan APBD,” papar Heti.

Suasana bulan Sawal adalah dimana kita bertemu silaturahmi saling maaf memaafkan dan kita juga saling mendoakan satu sama lain. Dan ini semua merupakan adat budaya masyarakat Indonesia yang juga tertuang di dalam sila-sila Pancasila.

“Kita bertemu saling memaafkan silaturahmi dan kita semua saling mendoakan sehat dan bahagia dan panjang umur,” ungkapnya.

“Silaturahmi setelah hari Raya Idul Fitri adalah budaya bangsa yang mesti kita lestarikan dan dijaga, karena di momentum lebaran lah kita semua dapat bertemu dengan kerabat yang sudah lama tidak berjumpa. Idul fitri jadi media silaturahmi lebaran Idul Fitri memang tradisi yang indah. Mari kita lestarikan budaya ini dengan saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi, bahkan juga saudara kita yang beragama lain pun ikut merayakan lebaran,” tandasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila, Heti Friskatati menghadirkan dua nara sumber yaitu; Jamhari, wartawan Utama PWI Lampung dan Mashudi, penggiat ekonomi.

Pembicara Jamhari, menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Fitri dan Pancasila memiliki hubungan erat sebagai penguat persatuan, toleransi, dan nilai kemanusiaan di Indonesia.

Sedangkan pembicara Mashudi, membedah Pancasila dalam aspek ekonomi, terutama kaitan dengan Idul Fitri. (W9-ar)

 

 

 

 

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *