
Batu, Warta9.com – Sekitar 2.000 petani, nelayan, dan pelaku usaha pertanian dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Provinsi Lampung, berkumpul di Kota Batu Jawa Timur dalam Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 pada 19-21 September 2026.
Selain menjadi forum organisasi, pertemuan nasional tersebut sebagai ruang belajar dan studi tiru bagi peserta untuk mengenal potensi pertanian di Kota Batu dan wilayah Malang Raya.
Rembug Paripurna KTNA Nasional dan Agro Expo 2026, dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Suwandi, MSc, di Graha Pancasila komplek kantor Walikota Batu.
Hadir dalam pembukaan Rembug Rembug Paripurna KTNA, jajaran pejabat Kementerian Pertanian, Walikota Batu Nurohman, Ketua Umum KTNA M. Yadi Sofyan Nur, Ketua KTNA Provinsi seluruh Indonesia.
Sekjen Kementerian Pertanian Suwandi yang mewakili Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan, bahwa terwujudnya swasembada pangan terutama beras di Indonesia, tidak lepas dari usaha petani dan pelaku pertanian seperti KTNA yang terlibat di dalamnya.
Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, bahwa swasembada pangan di Indonesia dapat terwujud lebih cepat dari target. Bahkan kini mencapai level paling baik. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dengan dorongan semua pihak terkait termasuk di dalamnya KTNA dalam mewujudkan swasembada pangan.
Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 mengangkat tema “Bersama KTNA Maju Sejahtera Wujudkan Swasembada Pangan”.

Masih menurut Sekjen Kementan, sekarang ini ada trand baru orang kaya berinvestasi ke sektor pertanian. Dalam waktu satu tahun terjadi swasembada pangan. Kenaikan naik 5 persen lebih.
Yang berswasembada bukan hanya padi, tapi delapan komoditas pertanian kini sudah swasembada.
Dalam Rembug Paripurna KTNA Nasional, KTNA Lampung yang diketuai oleh Ir. H. Hanan A Rozak, MS, mengikut sertakan 40 peserta dari pengurus KTNA Provinsi dan para ketua dan sekretaris KTNA Kabupaten/Kota.
Selain Rembug Paripurna juga ada Expo Pertanian yang menghadirkan berbagai kebutuhan pendukung pertanian, mulai perusahaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk hingga produk pendukung sektor pertanian lainnya.
Ada juga temu usaha juga menjadi salah satu agenda yang disiapkan untuk mempertemukan petani dan nelayan dengan dunia usaha.
Forum tersebut diarahkan agar pembahasan tidak hanya berkutat pada produksi, tetapi juga membuka peluang kerja sama, akses teknologi, sarana produksi hingga pemasaran. (W9-jm)
*





