Bupati Rifai Sidak Dua Pabrik Sawit, Pastikan Harga TBS Petani Tetap Stabil

BENGKULU SELATAN – Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua pabrik kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan guna memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani tetap stabil dan tidak mengalami penurunan yang merugikan masyarakat.

Sidak dilakukan di PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) dan PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) sebagai tindak lanjut atas berbagai laporan dan keluhan petani terkait masih adanya selisih harga yang cukup tinggi antara harga pembelian di pabrik dengan harga yang diterima petani melalui sejumlah RAM atau pengepul.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi jajaran Dinas Perkebunan, Dinas Perdagangan, serta perwakilan petani sawit. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memastikan petani memperoleh harga yang layak atas hasil panennya.

“Sidak ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan petani sawit di Bengkulu Selatan,” ujar Rifai Tajuddin, Kamis (4/6/2026)

Dari hasil pemantauan di lapangan, Bupati memastikan harga TBS di tingkat pabrik saat ini telah berada di atas Rp2.500 per kilogram. Namun demikian, masih ditemukan harga yang jauh lebih rendah di tingkat RAM, sehingga berpotensi mengurangi pendapatan petani.

“Pabrik sudah membeli dengan harga Rp2.500 lebih per kilogram, sementara di lapangan masih ada petani yang menerima harga jauh di bawah itu. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegasnya.

Menurut Rifai, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Bengkulu Selatan. Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin ada praktik yang merugikan petani, baik terkait harga maupun mekanisme pembelian hasil panen.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bengkulu Selatan telah menerbitkan surat edaran dan meminta pihak pabrik turut berperan aktif melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembelian di tingkat RAM, termasuk mencegah praktik penetapan harga yang tidak wajar serta memastikan proses penimbangan berjalan transparan.

“Hari ini kami langsung mengeluarkan surat edaran dan meminta pihak pabrik ikut menekan agar tidak ada lagi harga yang terlalu rendah di tingkat petani,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana membentuk tim pengawasan terpadu yang melibatkan instansi terkait dan Satpol PP guna melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak manajemen pabrik menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga TBS sesuai ketentuan yang berlaku dan perkembangan harga pasar.

Manajer PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS), Achmad Simare-mare, menyampaikan bahwa harga TBS di perusahaannya saat ini mencapai Rp2.520 per kilogram dan masih berpotensi mengalami kenaikan.

“Harga TBS sawit di SBS saat ini Rp2.520 per kilogram dan kami berharap tren kenaikan harga masih terus berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) juga memastikan komitmennya dalam menjaga kemitraan dengan petani. Saat ini harga TBS di perusahaan tersebut tercatat mencapai Rp2.530 per kilogram.

Bupati Rifai juga meminta perusahaan terus meningkatkan transparansi dalam proses penimbangan dan penetapan harga serta memperkuat komunikasi dengan petani guna menghindari kesalahpahaman di lapangan.

Melalui sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani, diharapkan stabilitas harga TBS dapat terus terjaga sehingga sektor perkebunan sawit tetap menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat Bengkulu Selatan. (ADV)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *