Tradisi Nujuh Likur Kembali Semarak, Pemkab Bengkulu Selatan Libatkan 11 Kecamatan

Manna, Warta9 – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan kembali menggelar tradisi Nujuh Likur pada Ramadan 2026. Tradisi tahunan ini dilaksanakan serentak di 11 kecamatan dengan melibatkan masyarakat secara luas.

Pelaksanaan Nujuh Likur tahun ini berlangsung semarak. Warga di setiap kecamatan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari kearifan lokal tersebut.

Bacaan Lainnya

Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, S.Sos, turut hadir dan meninjau langsung kegiatan di Kecamatan Pasar Manna dan Kota Manna. Dalam kesempatan itu, bupati bersama masyarakat menyalakan lanjaran sebagai tanda dimulainya tradisi Nujuh Likur.

Sementara itu, Wakil Bupati juga mengikuti kegiatan serupa di Kecamatan Pino Raya. Di wilayah lainnya, masyarakat menggelar tradisi yang sama secara serentak dengan penuh kebersamaan.

Nujuh Likur merupakan tradisi masyarakat Bengkulu Selatan yang identik dengan pembakaran tempurung kelapa yang disusun pada kayu atau disebut lanjaran. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada malam ke-27 Ramadan sebagai simbol kegembiraan menyambut penghujung bulan suci.

Bupati Rifai Tajuddin menegaskan bahwa Nujuh Likur memiliki nilai budaya yang tinggi dan harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga identitas budaya masyarakat Bengkulu Selatan. Kita harus merawat dan melestarikannya agar tetap hidup di tengah generasi muda,” ujarnya, Selasa, (17/3/2026).

Kegiatan Nujuh Likur tahun ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai budaya dan religius di tengah masyarakat Bengkulu Selatan. (Jhon)

banner 728x90*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *